Kedua Kalinya Menteri Desa Menegaskan, Tidak Ada BLT Dana Desa dalam Bentuk Sembako

oleh -244 views

TOPIKTERKINI.ID – TAKALAR | Belum cukup sepekan, Menteri desa pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, sudah dua kali menegaskan, bantuan langsung tunai (BLT) dana desa tidak diberikan dalam bentuk sembilan bahan pokok (sembako)

Di lapangan katanya, ada permintaan seperti itu, tetapi Mendes dalam konferensi pers, senin 27/4-2020, menjawab tidak bisa
Menurut dia, BLT dana desa seluruhnya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat desa

Mendes menjelaskan tata cara penyaluran BLT, katanya bisa secara langsung diserahkan ke warga dan melalui transfer rekening bank

Disebutkan Mendes, besaran BLT yang diserahkan yakni Rp 600.000 per bulan untuk setiap keluarga miskin di desa
dan natinya diberikan selama tiga bulan, sehingga secara total setiap keluarga akan mendapat Rp 1,8 juta.

Ia mengatakan, jika ada masyarakat desa yang merasa kesulitan memperoleh kebutuhan bahan pokok, bisa menggunakan BLT untuk berbelanja di BUMDes.
Jadi solusinya, BUMDes menyiapkan sembako, minyak goreng, kebutuhan pokok dan setelah mereka menerima BLT, silakan dibelikan ke BUMDes, katanya

Selain itu, Abdul Halim juga meminta para kepala daerah tidak mempersulit penyaluran BLT dana desa

Mendes mohon sekaligus mengajak kepada seluruh bupati dan wali kota untuk memberikan kemudahan kepada desa di dalam penyaluran BLT, karena ini sudah urusan kemanusiaan

Terlebih lagi, saat ini sudah dalam bulan ramadhan sehingga banyak masyarakat desa yang membutuhkan penyaluran BLT

Abdul Halim menuturkan, BLT untuk masyarakat desa dianggarkan dari alokasi anggaran dana desa  yang sebelumnya telah disalurkan oleh pemerintah pusat kepada desa

Menurut dia, ada sejumlah pedoman pencairan alokasi dana desa untuk BLT.

Pertama, desa yang alokasi dana desanya di bawah Rp 800 juta per tahun diminta mengalokasikan maksimal 25 persen dari keseluruhan anggaran untuk BLT.
Kedua, desa yang alokasi dana desanya sebesar Rp 800 juta-Rp 1,2 miliar diminta untuk mengalokasikan dana desa sebesar 30 persen.

Sedangkan desa yang dana desanya di atas Rp 1,2 miliar, diminta menyalurkan 35 persen dari dana desanya untuk BLT, papar Abdul Halim.

Hingga 27 Maret 2020, Kemendes PDTT mencatat sudah ada sekitar 8.157 desa di 76 kabupaten yang mencairkan BLT untuk masyarakat
Demikian dikutip dari COMPAS.com

Laporan: Maggarisi Saiyye

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *