Keberatan Saat Dipantau Wartawan, Agen BPNT Kel. Bulukunyi Patut Dipertanyakan Ada Apa Dengan Penyaluran?

  • Whatsapp

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID- Lagi lagi ditemukan oknum yang berpendidikan namun seakan buta hati, berwawasan sempit, sehingga dunia pemikirannya sesmpit daun kelor, seakan dunia ini tersa miliknya sendiri.

Seperti itukah gambaran karakter Agen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kel. Bulukunyi Kec. Polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar Sul-Sel, Hj. Nurliah Dg. Bau, sehingga dinilai nampak mempertontonkan sikap yang dilai tidak terpujinya di hadapan orang banyak ketika kedatangan rekan Media sebagai mitra kerjanya?

Hj. Nurlia selaku pemilik warung atau agen BPNT, perlu mengetahui dan memahami, bahwa Lembaga PERS adalah lembaga mitra pemerintahan yang berkedudukan sebagai pilar ke IV, untuk membantu pemerintah dalam pengawasan keuangan negara.

Olehnya keberadaan awak media terjun di tengah tengah masyarakat adalah bukan musuh tetapi melainkan untuk melakukan pemantauan, menghimpun dan memberikan informasi kepada halayak ramai yang tak lain adalah untuk diketahui perkembangan seuatu daerah.

Perlu pula diketahui oleh semua pihak, bahwa rekan wartawan memiliki hak kemerdekaan atau kebebasan di dalam menjalankan tugasnya, untuk mencari dan memperoleh informasi sebagai bahan berita publikasi media, dengan selalu mengedepankan kode etiknya.

Olehnya sangat disayangkan pemilik warung Agen BPNT Hj. Nurliah, jika kurang merespon kedatangan rekan wartawan yang datang dengan meliput di warung BPNT miliknya saat kegiatan berlangsung dan memperlihatkan sikap marahnya.

Padahal kedatangan wartawan di tempat penyaluran bantuan hanya melakukan memantauan apakah bantuan tersebut disalurkanya sesuai persedur dan tepat sasaran kepada masyarakat yang betul betul layak terima.

Sehingga saat wartawan media ini mengambil gambar bahan pangan dan orang menerima bantuan, Nurlia tidak seharusnya mengatakan kepada wartawan “untuk apa anda mengambil gambar, saya punya rumah keberatan datang mengambil gambar.

Entah ada apa pemilik warung ini, sehingga merasa keberatan terhadap wartawan yang datang memantau dan mengambil gambar penerima bantuan tersebut. Mungkinkah pemilik warung ada permainan ganjil di dalam pembagian BPNT terhadap penerima?

Sekaitan dengan hal ini, Kordinator BPNT Takalar Zainuddin yang dihubungi lewat via ponselnya meyayangkan sikap Nurliah Dg. Bau, terhadap wartawan, merasa keberatan dipantau padahal dirinya sudah menyampaikan jangan dihalangi kalau ada wartawan yang datang memantau dipembagian BPNT.

Zainuddin selaku Koordinator Kabupaten, berjanji akan memberikan teguran agenya Hj Nurliah dan mengevaluasinya.

(Hamzar Siriwa).

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *