Kasus Utang Piutang Jadi Kriminal,- Korban, Saharuddin di Lilit Pernyataan Utang Fiktif

  • Whatsapp

Foto Bhabinkamtibmas Kel.Borong Rappoa, Bripka Pol, Ahmad Kurnia ketika memberikan keterangan ichwal kasus perdata Saharuddin yang dikriminalkan pd Jurnalis Muchtar Machmud dan Burnas di kediaman Saharuddin.

Bulukumba Topikterkini.id, Kerja sama bisnis pembelian komoditi cengkeh yang menggiurkan kala itu, tahun 2000-an ke atas berbuah petaka, berutang ratusan juta rupiah menimbulkan perjanjian dan jaminan kebun bersertifikat berisi tanaman cengkeh-kopi disertai pernyataan fiktif? Seolah ada menyusul penambahan utang berujung kriminal.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pengusaha, Saharuddin warga Asayya Kelurahan Borongrappoa Kec.Kindang, Kab.Bulukumba bermitra bisnis cengkeh dengan H.Amiruddin alias H.Jollo warga Benteng Desa Benteng Malewang Kec.Gantarang kabupaten sama, memberikan modal usaha kepada Saharuddin, tetapi naas merugi lantaran harga anjlok dipasaran dan tidak dapat mengembalikan pinjamannya sehingga melahirkan surat perjanjian pengembalian sebesar Rp.103.030.000,- menyusul dengan jaminan kebun bersertifikat diatasnya terdapat tanaman keras cengkeh/kopi milik Saharuddin
hingga selesai terbayar sebagai utang piutang dan selama 7 tahun produksinya di petik H.Amiruddin
Berikut pinjaman Rp.103.030.000,- sudah diselesaikan Saharuddin dengan mengangaur 3 kali ;
Seperti diberitakan sebelumnya, pertama tahun 2010 Rp.30 juta
Kedua tahun 2015 Rp.50 juta dan
Ketiga tahun 2019 Rp.40.000.000,- total Rp.120 juta dari utang Saharuddin
Rp.103.030.000,- berarti lebih Rp.16 juta

Masalahnya bukan utang piutang yang dapat diselesaikan tenggang waktu kurang lebih 7 tahun, namun selain perjanjian, 04 Juni/2008, surat pernyataan,12/5.2010 dan surat kesepakatan, 17/2.2015 terkait utang piutang kedua pihak dengan jaminan kebun kopi/cengkeh

Ironisnya karena belakangan muncul lagi surat pernyataan tertanggal 12 Mei 2010 ditandatangani, Jamaluddin bersama Saharuddin diketahui, Lurah Borongrappoa, H.A.Awaluddin, S.Sos sekarang Camat Kindang, isinya seolah Saharuddin menambah utang Rp.60 juta yang sementara berusaha mengangsur hingga selesai.

Kepada Topikterkini.id, Saharuddin mengatakan tak pernah menambah utangnya kecuali berusaha mencari uang untuk mengangsur dan menyelesaikan pimjamannya Rp 103.030.000,-

Saharuddin mengatakan bahwa tidak masuk akal kalau mau menambah pinjaman, sementara pinjamannya terdahulu belum juga lunas

H.Amiruddin juga kata Saharuddin tentu tidak setuju memberikan tambahan utang?Apalagi besaran itu Rp.60 juta

Tetapi Saharuddin pada senin 04 Januari 2021 dirumahnya minta Babinkamtibmas, Bripkapol.Ahmad Kurnia menunjukkan bukti penerimaan uang Rp.60 juta itu

Jurnalis media ini, Muchtar Machmud Daeng Naba bersama Burhanuddin Nas Daeng Mangung, turut mempertanyakan ada-tidaknya bukti pengambilan dan penerimaan uang sebesar Rp.60 juta yang bisa di lihat?Babinkantibmas Kel. Borongrappoa, Bripka, Ahmad Kurnia sebelum ketemu langsung, via telfon Watssapp(WA) mengatakan, ada sambil mengirimkan surat pernyataan yang berisi Rp.60 juta yang Wartawan Media ini, pegang seraya mengatakan, tunggu akan ke rumah Saharuddin.

Tak lama kemudian datang dan mempersilahkan tuan rumah, Saharuddin, duduki sekalian satu meja dengan kedua Jurnalis.
Percakapanpun berlangsung antar Wartawan dgn Babinkamtibmas seputar kasus yang menerpa Saharuddin.

Kedua Jurnalis yang sudah konfirmasi dengan unsur terkait yang menangani dan mengetahui masalahnya antara lain Kepala Desa(Kades) Sipaenre, Camat Kindang yang mantan Lurah Borongrappoa dan salah seorang yang di sebut penyidik.
Menurut Kades Sipaenre, masalah kedua pihak Saharuddin dengan H Amiruddin sudah selesai sementara mantan Lurah Borongrappoa yang kini jadi Camat, mengatakan, tak ada lagi tambahan pinjaman sebesar Rp.60 juta, itu mungkin tafsiran nilai jaminan, ujanya via WA di siang hari Senin(4/1) dan unsur penyidik, mengatakan, dihubungi saja Babinkamtibmas Borongrappoa dan bicarakan, harapnya.

Babinkamtibmas Borongrappoa mengatakan, kasus ini yang turut diikuti dalam gelar perkara dan terancam Saharuddin, pidana meminta supaya pihak penyidik memberikan kesempatan untuk menyelesaikan sebagai kapasitas pembina di Kelurahan ini.

Namun, jika Saharuddin, tak bersedia maka akan melepaskan dan menyerahkan kembali ke pihak Penyidik, Polres Bulukumba, semoga
(Muchtar Naba/Burnas)
Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *