Kadis TPHBun Sulsel, 167 Ha Sawah Milik Warga Desa Bontomanai Mangarabombang, Bakal Menghasilkan Tiga Kali Setahun, Program Prioritas Gubernur

  • Whatsapp
Kadis TPHBun perovinsi sulawesi selatan, DR.Ir.Ardin Tjatjo MP

Makassar Topikterkini.id, Proyek milik dinas tanaman pangan hortikiltura dan perkebunan provinsi sulawesi selatan yang dipusatkan di desa bontomanai kecamatan mangarabombang takalar adalah merupakan program prioritas Gubernur, H.Nurdin Abdullah

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, DR.Ir.Ardin Tjatjo MP di ruang kerjanya selasa 8/12 kepada Topikterkini.id mengatakan bahwa proyek tersebut adalah untuk asean baru pertama di takalar.

Dan proyek tersebut adalah merupakan teknologi untuk menunjang proses hilirisasi khusus komoditas pertanian dimulai dari jagung dengan tujuan pemerintah agar bisa maksimal menghasilkan jagung.

Jagungnya katanya diproses melalui pabrik dimaros untuk menghasilkan benih, selanjutnya didistribusikan disulawesi selatan bahkan untuk provinsi lain di indonesia timur
Maksudnya kata Ardin adalah supaya sulawesi selatan menjadi provinsi mandiri benih jagung dan nanti sulsel tidak lagi bergantung pada benih dari luar.

Hal tersebut diraih katanya adalah berkat dukungan penuh Gubernur, Nurdin Abdullah untuk produksi sendiri

Alhamdulillah katanya dari sejumlah daerah disulawesi selatan, takalar dianggap paling representatif yakni desa bontomanai untuk penanaman jagung yang nantinya dipastikan akan memberikan manfaat suver besar

Betapa tidak kata Ardin Tjatjo berulang, karena yang tadinya sawah petani hanya menghasilkan satu kali setahun tetapi dengan program tersebut, petani bisa menanam tiga kali setahun

Sehingga pemerintah optimis taraf hidup masyarakat khusnya dalam lingkaran proyek tersebut akan lebih baik

Alasannya adalah petani tinggal menanam bersama-sama dan memelihara menggunakan teknologi mutakhir, sementara kebetuhannya mulai dari benih, pupuk dan lain-lain seterusnya akan ditanggung pemerintah

Proses hilirisasi ini katanya lagi akan menjadi tumpuan untuk mendorong ekonomi daerah

Dia menjelaskan, strategi hilirisasi yang dilakukan saat ini adalah bentuk diversifikasi dari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, sehingga dalam jangka setahun ke depan masyarakat yang punya lahan didalam proyek ini insyaallah kehidupannya bisa berubah menjadi lebih baik

Betapa tidak yang tadinya hanya menanam satu kali setahun, tetapi kedepan sudah bisa tiga kali tergantung dari kemauannya masing-masing

Ardin Tjatjo mengatakan bahwa dari program guburnur tersebut, para petani sudah punya air yang dijamin tidak akan putus berikut pembangkitnya adalah teknologi moderen sehingga petani serba gampang mendapat dan menggunakan menggunakan air

Oleh sebab itu, Ardin menilai program gubernur, Nurdin Abdullah memudahkan usaha pertanian masyarakat menjadi strategi menumbuhkan sumber pertumbuhan ekonominya

Teknologi katanya mungkin yang pertama di Asia Tenggara jadi takalar nanti akan menjadi daerah kunjungan karena program Gubernur tersebut adalah merupakan percontohan teknologi

Sekarang kata Ardin sudah mengarah kepada teknologi pertanian benih untuk diberikan kepada petani secara gratis, namun peroduksinya akan dibagi hasil sesuai kesepakatan dengan petani

Untuk penggunaan air kata Ardin termasuk evisiensi karena air ditampung pada tiap-tiap tempat yang sudah disiapkan untuk menetes kesetiap batang jagung sudah tercampur dengan pupuk melalui slang sehingga petani tidak lagi bekerja pemupukan
Demikian juga pengolahan tanah, jadi petani bisa bekerja ditempat lain atau mengerjakan sawahnya yang lain

Untuk program ini kata Ardin, masyarakat sebagai pemilik saham, tujuannya agar masyarakat mendapat transper teknologi untuk bertani moderen demi meningkatkan pendapatannya

Dengan demikian masyarakat mangarabombang khususnya di desa bontomanai diharapkan bisa menjadi pionir di indonesia akibat dari sistem pertanian moderen berada di wilayahnya

Kalau program ini sukses kata Ardin, akan dilanjutkan tahun depan 150 Ha

Dalam mengahiri perbincangannya dengan Topikterkini.id, Kadis TPHBun Provinsi mengatakan bahwa pelaksana program ini, berulang-ulang kali di ultimatun untuk bekerja sesuai petunjuk tekhnis dan kapan ketahuan atau kedapatan pekerjaannya tidak sesuai standar, maka sanksi menanti dia dan tidak lagi punya peluang mendapat pekerjaan di dinas TPHbun, jadi pelaksana dijamin tidak akan keluar dari rambu-rambu yang telah digariskan, jujur dan mengutamakan asas manfaat lama dinikmati masyarakat, dia Ardin tidak mengenal main-main dalam penggunaan keuangan negara demi masyarakat banyak karena menurutnya sangat mudarat kalau uang banyak habis kemudian hanya sebentar dinikmati masyarakat (habis)

Penulis : Hamzarh Siriwa
Editor : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *