Jumat Depan 24/07, PK 5, Sudah Dilarang Polisi Pamong Praja Berjualan Depan Islamicentre Takalar, Ketua PWI Takalar, Nyaris Mengalami Hal Serupa

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Jika ada masyarakat, apalagi masih produktif, sulit menafkai isteri/suami dan keluarganya, maka bisa dikategorikan sebagai masyarakay yang mau makan tetapi malas berusaha

Tetapi giliran masyarakat mau berusaha mencari nafkah demi menghidupi keluarganya, khususnya depan islamicentre samping kanan masjid agung takalar justeru di larang orang yang berpakaian sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada jumat lalu 17/07

Sejumlah pedagang kaki lima kepada Topikterkini.id, mengatakan bahwa hari jumat 17/07 didatangi sedikitnya satu mobil truk orang yang sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja, dengan tegas melarang berjualan ditempatnya pada jumat yang akan datang

Jumat depan 24/07 pedagang kaki lima, tidak bisa lagi mencari nafkah depan islamicentre, kata beberapa pedagang kaki lima menirukan Polisi Pamong Praja hari itu
Dikatakan pedagang kaki lima bahwa tahun-tahun sebelumnya, ia menggunakan tempat kosong diluar pagar masjid Agung untuk mencari nafkah, tetapi mereka di usir dengan alasan tempat tempat parkir jamah jumat

Padahal tempat yang bisa dijadikan parkiran di kompleks masjid Agung terbilang luas bahkan lebih untuk menampung kendaraan jamaah jumat

Namun tetap juga di usir oleh panitia masjid tanpa dasar peraturan daerah sehingga untuk melajutkan usahanya, dia pedagang kaki lima diberikan tempat depan islamicentre, tetapi tidak sampai dua tahun mengais rezeki ditempat tersebut, lagi-lagi kembali di larang oleh Satuan Polisi Pamong Praja tetapi lagi-lagi menurut PK 5 oleh satpol PP tidak juga menunjukkan regulasi pelarangan sebagai dasar pelaksanaan tugasnya

Beberapa orang pedagang kaki lima yang datang dikantor PWI Takalar senin 20/07 mengatakan bahwa biasanya Pemerintah mendorong masyarakat untuk berusaha mencari nafkah bahkan sebelum-sebelumnya tidak kurang pedagang kaki lima diberikan bantuan modal untuk berusaha
Tetapi sekarang justeru PK 5 dilarang mencari nafkah, padahal ditempat biasa mencari nafkah setiap hari jumat, tidak mengakibatkan kerugian pengguna jalan dan yang lainnya
Makanya pedagang kaki lima saat ini pusing tujuh keliling berpikir akan kemana mencari nafkah, berharap kepada Pemerintah memberikan belas kasihannya tetapi justeru berpaling dari rakyatnya

Hal serupa nyaris dialami Ketua PWI Takalar, saat parkir sejenak samping kiri kantor Bupati, selasa 21/07 sekitar pukul 12.00 wita, dua Polisi Pamong Praja yang berbadan kekar menghampirinya seraya menegurnya dengan dialek, mobil bapak

Maggarisi Saiyye mengatakan bahwa saat itu tak bergeser dari jok mobilnya karena hanya parkir sejenak, tetapi tetap juga dihampiri dua orang Polisi Pamong Praja sambil menegurnya
Jalur keluar di kompleks kantor bupati talalar kata Maggarisi Saiyye, boleh dikatakan sabang hari sisi kiri kanan digunakan berparkir kecuali menghalangi arus lalu lintas
Dikatakan Maggarisi Saiyye bahwa bagi masyarakat yang punya keperluan dibagian kiri kantor bupati, biasanya tempat parkir yang dekat tanpa mengabaikan kenyamanan pengguna jalan terlebih ditempat tersebut walau sisi kanan kiri ditempati parkir, tetap juga bagian tengahnya bebas dilewati kendaraan bahkan mobil raksasapun

Oleh karena itu Wartawan Surat Kabar Umum Daulat Rakyat mengatakan bahwa penerapan disiplin kerja adalah tuntutan seorang aparatur Pemerintah Daerah, semoga kekal

Tetapi kalau tidak mengganggu pengguna jalan atau merugikan orang lain kemudian disiplin diterapkan, ibaratnya sama dengan disiplin mati atau melukai hati rakyat

Kepala Bidang Trantib Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Takalar, Syafaruddin yang dikonfirmasi sebelumnya via ponselnya mengatakan bahwa khusus pedagang kaki lima mengaku tidak melarang, kecuali menertibkan dan mereka pedagang kaki lima diberikan tempat depan pasar sentral takalar

Untuk depan islamicentre, kata mantan Lurah Bajeng, khusus hari jumat, Syafaruddin mengaku akan berkoordinasi keatas dulu karena pihaknya hanya sebatas melaksanakan perintah.

Semoga Bupati Takalar mau berbaik hati kepada rakyatnya untuk tetap berjualan sekitat masjid agung setiap jari jumat walau samping kiri gedung islamicentre (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *