Imam Kelurahan Bulukunyi, Dituding Tidak Adil, 6 Imam Lingkungan Melaksanakan Sholat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, 2 di Pecat, 4 Aman

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Pemecatan dua imam lingkungan di kelurahan bulukunyi kecamatan polombangkeng selatan kabupaten takalar sulawesi selatan, seperti beberapa kali diberitakan media ini sebelummnya akibat dari pelaksanaan sholat hari raya idul fitri 1441 H sehingga oleh imam lurah, H.Syamsuddin Dg.Rurung menganggap sebagai sebuah pelanggaran dan kedua harus dipecat, tetapi 4 lainnya juga mengadakan sholat yang sama tetapi aman tidak dipecat, oleh karena itu warga menilai Imam kelurahan bulukunyi tidak adil
Sumber Topikterkini.id, mengatakan bahwa seharusnya imam kelurahan mau melakukan introspeksi diri karena pelanggarannya jauh lebih besar dari dua imam yang dipecat

H.Syamsuddin Dg.Rurung kata sumber diketahui mengumpulkan infaq dan zakat fitrah dari para imam lingkungan setiap bulan ramadhan, tetapi lebih besar hanya untuk kepentingan pribadinya

Satu kali saja bulan ramadhan tahun ini 2020, oleh imam kelurahan mengumpulkan infaq dan zakat fitrah dari enam lingkungan diwiliyahnya mencapai
Rp.10.700.000,-, berikut rinciannya ;

1.Imam lingkungan paranglabbua, infaq Rp.1.000.000,-zakat fitrah Rp1.200.000,-
2.Imam lingkungan tengko, infaq
Rp.1.000.000.-, zakat fittrah Rp.600.000,-
3.Imam lingkungan Batumaccing, infaq Rp.1000.000,- zakat fitrah Rp.1000.000,-
4.Imam lingkungan makammu II, infaq Rp.1.000.000,-,zakat fitrah Rp. 600.000,-
5.Imam lingkungan ujungbori, zakat fitrah Rp.1000.000,- infaq di setor langsung ke basnas
6.Imam lingkungan makammu 1, infaq Rp.1.000.000,-

Dari total pungutan kata sumber, imam kelurahan bulukunyi menyetor ke badan amil zakat nasional (BAZNAS) kabupaten takalar hanya Rp3.750.000,- atau selisih Rp.6.950.000,-, belum lagi tahun-tahun sebelumnya selama H.Syamsuddin menjabat imam kelurahan, sudah puluhan juta uang infaq dan zakat fitrah yang dipungut dari para imam lingkungan tetapi lebih banyak yang tidak disetor ke Baznas alias hanya dinikmati untuk kepentingan pribadinya
Sumber lain mengatakan bahwa dua imam lingkungan itu dipecat, bukan karena persoalan melaksanakan sholat hari raya idul fitri pada masa pendemi covid-19, tetapi karena unsur sentimen akibat kedua imam lingkungan hanya mampu nenyetor masing-masing Rp600rb zakat fitrah dari permintaan Rp1jt

Betapa tidak empat imam lingkungan lainnya juga mengadakan sholat hari raya idul fitri yakni; imam makammu 1, batu maccing dan paranglabbua, masing-masing dirumahnya yang jauh lebih berkumpul bersentuhan ketimbang masjid, sedangkan ujung bori dipekarangan rumah imam lingkungan

Namun ke-empatnya aman bebas tidak dipecat kata sumber karena besaran zakat fitrah yang diminta imam kelurahan masing-masing terpenuhi ;
Imam lingkungan parang labbua
Rp1.200rb, imam lingkungan batu maccing Rp1juta, imam lingkungan ujung bori Rp1juta dan imam lingkungan makammu 1 lebih besar lagi Rp.1.300rb

Imam kelurahan bulukunyi, H.Syamsuddin Dg.Rurung yang dikonfirmasi via ponselnya 15/06 membantah mengusulkan pemecatan dua imam lingkungan karena dendam, melainkan se-mata-mata karena sudah tidak bisa lagi kerjasama
Ketika ditanya bentuk kerjasama yang dimaksud, H.Syamauddin mengatakan kedua imam tidak mematuhi himbauan pemerintah untuk tidak berkumpul dalam suasana pandemi covid-19 bahkan keduanya katanya menjadi sponsor pelaksanaan hari raya idul fitri 1441 H

Soal infaq dan zakat fitrah disetor ke baznas hanya Rp3.750.000,- dari besaran Rp.10.700.000,- yang dipungut di sejumlah imam lingkungan, H.Syamsuddin mengakui tetapi yang lainnya katanya dibagikan habis kepada fakir miskin
Namun bertentangan dengan sumber katanya ibarat langit dengan bumi karena fakta dimasyarakat, uang zakat fitrah yang diambil imam kelurahan, tidak ada lagi yang dibagi kemasyarakat fakir miskin dan itu katanya berlangsung sejak H.Syamsuddin Dg.Rurung menjabat imam kelurahan
(Red) bersambung

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *