Gaji Guru Honorer di Sunat?, Oknum Kepala SDN Su’rulangin Dinilai Tidak Lebih Dari Seperti Ibu Tiri Yang Kejam

  • Whatsapp

di dalam gedung ini Syamsiati mendesain gaji guru honorer disunat?

Takalar Topikterkini.id, Namanya Pemimpin tak terkecuali Kepala Sekolah karena ia pemimpin guru dan murid-murid disekokahnya, sehingga siapapun kalau ia pemimpin sesungguhnya wajib menciptakan suasana yang menguntungkan atau yang lazim disebut mengayomi bawahannya atau sitafnya

Namun sebelum-sebelnya dan sampai kini masih sering ditemukan pemimpin termasuk Kepala Sekolah yang hanya mampu mengorbankan atau menyakiti bawahannya atau stafnya

Seperti Kepala SD Su’rulangi Wilayah Pendidikan Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, Syamsiati S.Pd, seharusnya yang ia tunjukkan sehari-hari adalah perilaku yang bisa dicontoh para guru dan murid-murid
Tetapi yang terjadi baru-baru ini, justeru Syamsiati mempertontonkan perilaku yang buruk

Sumber Topikterkini.id menceritakan perilaku buruk Syamsiati adalah kepada empat bulan gaji, tiga guru honorer disekokahnya ditransfer ke masing-masing rekening pribadinya dari bulan mei sampai dengan Aguatus 2020 dengan jumlah berpariasi, 3 orang guru honorer, gajinya masing-masing Rp.2,8 juta, beda dengan operator Rp.1,5jt serta guru agama Rp.800 ribu

Dikatakan sumber bahwa gaji yang diterima para tenaga honorer seharusnya tidak lagi dikurangi apalagi disunat karena jauh dari cukup untuk kebutuhan sehari-harinya selama 4 bulan

Tetapi yang terjadi berbanding terbalik ibarat langit dengan bumi, Kepala Sekolah tega atau sampai hati memperlakukan menyakiti perasaan anaknya sendiri

Betapa tidak dari Rp.2,8 juta gaji tiga guru honorer, setelah ditarik dari rekeningnya, diambil Kepala Sekolah kemudian ketiganya hanya diberikan masing-masing Rp.500rb, atau Rp.2,3 juta x 3 =Rp.6.900rb disebut dikasi masuk kedalam saku Kepala Sekolah.

Sumber Topikterkini.id menilai kalau perlakuan tersebut kelihatannya tidak lebih dari seperti ibu tiri yang kejam

Untuk mempertebal dengan rupiah saku Kepala Sekokah kata sumber, bukan hanya itu tetapi kepada dua orang guru kelas hanya diberikan Rp.1 juta dari
Rp.2,8 juta yang patut diterima untuk memenuhi sebagian nafkanya

Demikian juga untuk guru agama hasil transper ke rekeningnya Rp.800 ribu tetapi di berikan hanya 400 ribu

Bagi guru honorer dan operarot kata sumber, sangat memprihatinkan karena Syamsiati sebagai Pemimpin di sekolah itu sesungguhnya mau memberikan rasa belas kasihan, tetapi yang terjadi justeru tak lebih dari sebuta mencelakai

Alasan Kepala Sekokah memperlakukan tenaga honorernya seperti itu kata sumber adalah untuk digunakan bersalam-salaman serta untuk tenaga sukarela lain

Kepala SDN Su’rulangi, Syamsiati, S.Pd yang dikonfirmasi via ponsel 27/8/2020, membatah dirinya tidak memotong gaji tenaga honorernya
Kecuali Syamsiati mengakui kalau dana tersebut sengaja diselipkan masuk di rekening pribadi semua tenaga guru honornya untuk dipakai membayar bujang sekolah, sekurity dan biaya pembeli baju seragam anak-anak didiknya serta biaya lainya

Selain itu Pendidik mengatakan bahwa untuk seorang tenaga honorer bernama Dg.Bulang sebuah keuntungan baginya karena masih diberikan Rp.500 rb karena yang bersangkutan katanya paling malas nasuk mengajar, sehingga Rp.250 ribu saja tidak pantas diberikan karena jam mengajarnya hanya 2 jam permingggu, hanya karena kebijakannya sehingga masih diberikan Rp.500 rubu

Kalau begitu oky kata sumber tetapi persoalannya Rp.2,8 juta di rekeningnya masing-masing (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *