Dugaan Pemotongan Gaji Honorer di SD No. 134 Inp. Su’rulangi Berujung Laporan Polisi

  • Whatsapp
Dugaan Pemotongan Gaji Honorer di SDI Su'rulangi Berujung Laporan Polisi

TAKALAR, TOPIKTERKINI.ID – Akhirnya kasus dugaan pemotongan gaji guru honorer yang disinyalir kuat dilakukan oleh Kepsek SD No. 134 Inp. Su’rulangi Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, Syamsianti terhadap 4 guru honorernya (SAHRIANI, DAHLIAH, MARDIAH, JUNAEDAH, DAN ASRUL) kini berujung laporan polisi.

Kasus ini di polisikan karena adanya suami diantara guru honorer yang merasa keberatan hak gaji isterinya dirampas oleh Kepsek Syamsianti tanpa ada alasan yang mendasar.

Olehnya itu salah satu suami guru honorer dimaksud, yakni: Sabullah suami Sahriani, selain merasa keberatan karena gaji isterinya dirampas potong oleh Kepseknya, juga dia merasa dihina disepelekan, sehingga dirinya merasa tidak terima dan melaporkannya ulah Kepala sekolah Syamsianti tersebut, ke polres Takalar pada Selasa, 8 September 2020.

Kasus ini sudah diberitakan media ini sebelumnya, sebagaimana ke-empat guru Honorer tambah satu orang tenaga operator seusai menarik gaji di Rekening pribadinya Rp.2.800.000,- di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar Cabang Takalar beberapa hari lalu, kemudian ditempat itu juga, sang Kepala sekolah Sayamsianti langsung eksekusi lakukan pemotongan dengan bervariasi terhadap rekan guru guru honorernya dengan jumlah yang dipotongnya jutaan rupiah persatu guru honorer.

Seperti guru honorer Sahriani dari gaji yang diterima lewat rekening pribadinya 2.800.000 dipotong Rp.2.300.000, hanya 500.000 yang diberikan, dua orang guru yang pegan kelas Dahliah dan Mardiah juga gajinya masing masing di potong diambil oleh Kepsek Syamsianti 1.800.000. Begitu juga dengan guru Agama yang sudah sertifikasi dari gaji Rp. 800.000 yang diterimanya di potong 200.000.

Kepala SDN Su’rulangi, Syamsianti saat dikonfirmasi seperti diberitakan sebelumnya membantah melakukan pemotongan gaji guru honornya, kecuali diakuinya, bahwa uang yang di rekening guru honorernya itu, katanya sengaja diselipkan kepada semua guru honorernya untuk digunakan membeli baju seragam Rp.1 juta membayar gaji security dan bujang sekolah Rp.1juta serta gaji guru sukarela Rp.300 rb dan biaya-biaya lainnya.

Menurutnya, gaji bujang sekolah, security dan honor Kepala Sekolah tidak ada lagi di aplikasi Dana BOS yang baru dan sekaligus juga Dana pendidikan gratis sudah ditiadakan, maka uang tersebut ditaktisi ditransfer kerekening guru honorer yang terdaftar di DAPODIK.

Tetapi itupun bukan keeinginan pribadi Kepala Sekolah melainkan perintah pihak Dinas Pendidikan melalui rapat. jelas kepsek syamsianti.

Terkait hal itu, Koordinator pendidikan wilayah Kecamatan Polombamgkeng Selatan, Ahmad Nyarrang yang dikonfirmasi via ponselnya seperti yang diberitakan sebelumnya, bukannya mau melakukan pembinaan atau menegur Kepsek binaannya itu, melainkan dia masa bodo saja dengan mengucapkan saya tidak mau mencampuri urusan orang lain. Biarkan yang bersangkutan menyelesaikan urusannya sendiri. Katanya saat dikonfirmasi.

Sekaitan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Drs.Irwan saat dimintai tanggapannya di ruang kerjanya Jumat baru-baru ini, dengan tegas mengatakan, bahwa tidak ada toleransi kepada siapa saja yang dengan sengaja melanggar ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku termasuk persoalan di SD Su’rulangi. Tegasnya.

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *