Disebut Memperkaya Diri Dari Sapi Bantuan, Ahmad Jais Mengaku Namanya Semakin Populer

  • Whatsapp

Takalar, TOPIKterkini.id Kasus sapi bantuan yang diduga sudah lama dijadikan memperkaya diri Abd.Muin dan Ahmad Jais, ternyata sudah lama terlapor di Polres Takalar tetapi hingga kini tidak diketahui kendalanya sehingga tidak lanjut.

Sapi tersebut adalah untuk mensejahterahkan masyarakat miskin tetapi kini tidak dketahui mengapa sampai 2 orang saja yang menikmati dan masalahnya begini,

Masyarakat perlu tau bahwa seseorang yang merasa dekat dengan penguasa, kesombongan biasanya merasuki. Seperti Ahmad Jais yang kini merasa paling dekat dengan penguasa sehingga walau disebut sebut memperkaya diri dari raibnya sapi bantuan, tetap juga tidak merasa risih bahkan sebaliknya mengaku namanya semakin populer

Bisa dibayangkan 35 ekor sapi bantuan seharusnya saat ini jumlahnya sudah semakin banyak karena sapi indukan biasa setiap tahun beranak, tetapi kenyataan tak seekorpun yang kelihatan di pekarangan rumah Abd.Muin, atau sudah lama raib diduga dimanfaatkan memperkaya diri

Dibuktikan dengan tulisan Ahmad Jais via WhatsAppnya saat dikonfirmasi 03/06
Mereka Jais menulis, biar namanya disebut karena itu membuat dia semakin populer tetapi dia bukan pelakunya
Ketika ditanya siapa pelakunya, Jais minta ditanya Abd.Muin karena kelompoknya yang kebagian
Sementara Abd.Muin selalu bersembunyi setiap kali ingin dikonfirmasi dirumahnya

Saat disampaikan ke Ahmad Jais bahwa permohonan YFIK KSM adalah untuk masyarakat tetapi kenyataannya hanya dua orang kebagian, masing masing ; Abd. Muin dan Nawir

lagi lagi Jais minta YFIK KSM yang ditanya. Padahal YFIK KSM sudah meyerahkan kepada Abd.Muin disaksikan Ahmad Jais

Sambungan tulisan Jais terbaca, sebenarnya dari segi politik mengaku diuntungkan tetapi dari segi popularitas masalah ini ada hikmahnya
Sekalipun YFIK KSM sudah menyerahkan ke Abd.Muin disaksikan Ahmad Jais sebagai pendamping kelompok sesuai surat pernyataan serah terima nomor
003/YFIK-KSM/II/2018 tanggal 15 pebruari tetapi Anggota DPRD terpilih tetap berpendapat bahwa yang tau akar persoalan ini adalah YFIK-KSM karena dia yang mendapat bantuan sehingga FIK KSM lah yang pantas ditanya bukan dia

Ahmad Jais lagi menulis seperti ini, di proposal, Bank BPD bersama
H.Nirwan Sekretaris Daerah ketika itu yang setuju sehingga seharusnya dia itu yang ditanya, kok mala tanya saya (Jais red)
Dasar orang sombong dekat dengan penguasa membuat pura pura tidak sadar bahwa dalam berita acara serah terima sapi tertulis namanya dan tanda tangannya sebagai pendamping kelompok dadakan sehingga alasan tidak tau hilangnya sapi, hanya akal akalan saja kata beberapa warga takalar

Lanjutan tulisan Ahmad Jais berbunyi, bagaimana dia yang di tanya, sementara sapi sudah ada di galesong, seandainya dia yang ditanya, pasti membeli sapi yang layak, bukan anak sapi.
Tetapi sangat disayangkan karena Ahmad Jais sebagai pendamping kelompok justeru toleransi juga anak sapi di serahkan kepada kelompok yang didampingi kemudian semuanya hilang dan melempar tanggung jawab.

Ketika ditanya anak sapi tetapi diterima juga, Ahmad Jais mengaku hanya sebagai saksi barang itu sampai ke kekelompoknya Abd. Muin sesuai berita acara serah terimah kebetulan Jais sedang ada di tempat penampungan sapi kala itu ngakunya

Penulis: Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *