Diprotes Memberhentikan Dua Imam Lingkungan, Imam Kelurahan Bulukunyi Mengaku Bersama Lurah dan Ketua LPM Menemui H.Syamsari di Rumah Jabatan Bupati

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Judul berita diatas, bukan sebatas retorika atau omong kosong belaka, tetapi sesuatu yang pasti berasal dari imam kelurahan bulukunyi, H.Syamsuddin Dg.Rurung, ketika diprotes warga tentang pemberhentian dua imam lingkungan yang dilakukannya beberapa hari lalu,
kepada Topikterkini.id ia mengaku sesudahnya bersama Lurah dan ketua LPM bulukunyi menemui bupati, Syamsari Kitta dirumah jabatan, entah berharap perlindungan dibalik protes warga atau tidak
Seperti diberitakan media ini tiga kali sebelumnya bahwa dua imam lingkungan masing-masing ; Dahlan Dg.Tala imam lingkungan makammu II dan H.Baso Limpo imam lingkungan tengko diberhentikan oleh camat polombangkeng selatan, Baharuddin S.Sos M.Si atas usul lurah bulukunyi, Muhamma Nur

Tetapi Muhammad Nur mengaku bahwa usulannnya berdasar dari permintaan imam kelurahan bulukunyi, H.Syamsuddin Dg.Rurung bersama ketua LPM, Baharuddin Dg.Nojeng

Sedangkan imam kelurahan bulukunyi mengusulkan keduanya diberhentikan karena tidak mengindahkan himbauan berkumpul saat pandemi covid, kedua imam katanya menjadi sponsor pelaksanaan sholat hari raya idul fitri 1441 H
Dahlan Dg.Tala diketahui menjadi sponsor pelaksanaan sholat hari raya idul fitri di masjid depan kantor lurah bulukunyi yang dibangun Gany Alamsyah Hatta saat menjabat kapolres takalar

Sedangkan H.Baso Limpo menjadi sponsor pelaksanaan sholat hari raya idul fitri di perkampungan padeng-padeng yang dikenal warga jauh dari keramaian

Padahal pemerintah pusat katanya menghimbau agar tidak dilakukan kegiatan mengumpulkan orang

Oleh karena warga kelurahan menilai kegiatan keduanya bukan larangan Allah SWT, nelainkan perintah agama islam, maka kemudian keberatan sekaligus protes pemberhentian keduanya

Seperti tokoh masyarakat kelurahan bulukunyi, Hasbullah Dg.Nuntung mengatakan bahwa warga bulukunyi saat ini bukan lagi warga sama dengan masa lalu

Saat ini katanya warga sudah moderen, maka sudah memerlukan pemimpin yang mampu mengamalkan fungsi dan azas-azas kepemimpinan yang moderen dalam artian pemimpin yang bisa mengemban tugas sesuai ketentuan dan per-undang-undangan yang berlaku seperti pemberhentian imam seharusnya dilakukan musyawarah mufakat atas dasar dari pelanggaran yang memenuhi unsur, bukan justeru berdasarkan pemenuhan keinginan atau sentimen

Dikatakan Hasbullah Dg.Nuntung bahwa pemeberhentian tersebut sudah jelas atas ulah tiga serangkai masing-masing;
imam kelurahan, kepala kelurahan, ketua LPM dan di perkuat camat polombangkeng selatan

Ke empatnya katanya memanfaatkan kekuasaannya secara semena mena tanpa menghiraukan nilai-nilai sipakatau yang merupakan budaya yang dijunjung tinggi selama ini
Tidak sadar akan firman Allah kata Dg.Nuntung yang artinya, sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabatmu dan melarang melakukan perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan

Dengan demikian kata Dg.Nuntung untuk ke empatnya perlu diberikan pendidikan sesusi jabatannya masing-masing agar bisa menyadari kesalahannya dan kedepan tidak lagi menggunakan jabatannya sebagai jabatan kekuasaan

(Red) bersambung

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *