Dinilai Kerja Asal Asalan, Kepsek SDN Pasuleang II Diduga Kejar Keuntungan

  • Whatsapp

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID – Pengerjaan Rehabilitasi gedung Sekolah Dasar di Takalar tahun 2020 dinilai dikerjakan kurang maksimal oleh pelaksana yakin para oknum Kepsek penerima DAK, sehingga dimungkinkan pelaksana meraib keuntungan besar.

Dinilai Kerja Asal Asalan, Kepsek SDN Pasuleang II Diduga Kejar Keuntungan Hal itu dapat tergambarkan seiring dengan besar anggarannya yang dikucurkan Pemerintah Rp.105 juta persatu ruangan kelas , sementara volume pekerjaannya dinilai sangatlah kecil.

Kepsek sebagai pelaksana rehabilitasi, atau disebut swakelola, nyaris semua sama cara kerjanya, lebih banyak asal bekerja, sehingga terkesan dinilai hanya memanfaatkan pengerjaan rehab, untuk mengejar keuntungan memperkaya diri.

Contohkan saja kata Sumber, bahwa seperti Kepala SDN Pasuleang II Kec. Pattallassang Kab. Takalar Sulawesi Selatan, Asriani SPd dinilai cara kerjanya bukan mengejar kualitas hasil pekerjaan, sebagaimana harapan pemerintah dan masyarakat, tetapi justru disinyalir lebih mengejar keuntungan pribadinya.

Kenapa tidak kata sumber, nampak pada penambahan ketinggian sekitar 1/2 meter yang seharusnya dilakukan pembongkaran kuda-kuda namun tidak dilakukannya, karena diduga sengaja memperkecil pengeluaran untuk meraib banyak kelebihan anggaran, sehingga kuda-kuda hanya sebatas ditopang saja.

Kemudian untuk menutupi kekurangan tidak mengganti secara keseluruhan kayu yang digunakan di kuda-kuda dan goording nok, maka Kepsek mempercepat pemasangan atap jenis spandek.

Sumber mengatakan, bahwa SD yang di nahkodai oleh Asriani S.Pd itu terletak di pinggiran hamparan empang sehingga bangunan rentang degan air asin yang akibatnya, selain atap seng dibuatnya menjadi keropos, juga tembok yang terbuat dari batu merah kebanyakan termakan air asin sehingga seharusnya dibongkar kemudian ditambal dengan batu merah kwalitas yang handal supaya bisa bertahan lama dinikmati murid-murid sekolah.

Tetapi karena mungkin untuk mengeruk keuntungan lebih besar kata sumber, sehingga sekeliling tembok yang sudah termakan hawa air laut, hanya ditambal dengan plesteran saja.

Sumber mengatakan, bahwa untuk memperkecil belanja dari anggaran Rp.315 juta, Kepala Sekolah sebagai pelaksana juga tidak melakukan penggantian kusen yang jumlahnya 6 buah pada bagian belakan dan 6 buah dengan bagian depan berikut dengan kusen pintu juga tidak digantinya.

Demikian juga sejumlah tiang teras sekolah saat dilakukan pemantauan 19/08-2020 masih kelihatan tiang kayu berjejer yang seharusnya sudah diganti dengan tiang pilar betong.

Sumber menyebutkan, bahwa pada kesimpulannya, yang dikerjakan oleh Kepala Sekolah hanya atap, plafon, pengecatan dan penambahan ketinggian 50cm sehingga hitungannya bersama upah kerja, tidak menghabiskan anggaran Rp.150 juta.

Sejalan dengan itu, hasil pemantauan oleh rekan Media ini 19/08-2020, tidak beda dari keterangan yang dituturkan oleh Sumber.

Padahal tidak seharusnya terkesan dikerjakan asal asalan, mengingat tujuan pemerintah menurunkan besar dana per sekolah, adalah tak lain untuk menciptakan gedung yang kuat dan kokoh, namun tujuan pemerintah itu, sepertinya ibarat langit dengan bumi akibat para pelaksana (Kepala Sekolah) lebih dominan mencari keuntungan memperkaya diri ketimbang kwalitas untuk dinikmati masyarakat sepanjang masa.

Kepala SDN Pasuleang II yang berusaha dikomfirmasi bersamaan pemantauan 19/08, tidak berhasil, karena Asriani S.Pd hari itu tidak hadir disekolah yang dipimpinnya sama dengan gurunya tak satupun yang hadir.

(Hamzar Siriwa).

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *