Dinilai Kerja Amburadul, Kontraktor Proyek Normalisasi Penguatan Tebing Sungai Tana Tana Disorot Lakukan Korupsi

  • Whatsapp

TAKALAR, TOPIKTERKINI.ID–Terkait pengerjaan proyek Normalisasi penguatan tebing sungai di Lingkungan Tana Tana Kel. Canrego Kec. Polongbangkeng Selatan Kab. Takalar Sulsel, dinilai dikerjakan amburadul alias bobrok, sehingga Tertuai sorotan sorotan tajam, dari berbagai kalangan publik.

Ketua LSM Bina Insan Mandiri (BIM) M. Nasir Tarang menyorot tajam Proyek normalisasi dan penguatan tebing sungai Lingkungan Tana-tana tersebut, sebab pekerjaan proyek Normalisasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Takalar dengan sumber anggaran dari APBN-DSP BNPB sebesar 4.505.170.000 (empat milyar limah ratus limah juta seratus tujuh puluh ribu rupiah) dikerjakan oleh SV. Kenanga Resky Mandiri dinilai bobrok atau dikerjakan amburadul oleh kontraktor.

“Hal itu dapat tergambarkan, karena tebing sungai hanya di poles lumpur/tanah bekas galian sungai sama sekali tidak terlihat di padatkan sehingga pada musim hujan tanah tersebut akan kembali runtuh ke sungai kembali sehingga menjadi pendangkalan kembali”. Kata M. Nasir Tarang.

Lanjut, M. Nasir Tarang kembali menyoroti bahwa terkait dengan tebing tanggul di dua sisi pada sungai tersebut tidak diberi saluran pembuangan sehimgga jika banjir melanda, pemungkiman dapat dipastikan akan lama tergenam air. Olehnya proyek ini patut saja dinilai gagal perencanaan, karena konsultan perencanaan diduga tidak turun menyurvei lokasi, sehingga pekerjaan proyek tersebut dinilai amburadul alias bobrok.

Selain pengerjaan proyek normalisasi yang disorot oleh Ketua LSM BIM, Nasir Tarang, juga menyoroti pengadaan tanaman tahunan yang didatangkan oleh pihak pelaksana proyek hanya satu jenis saja yaitu hanya pohon kayu Mahoni.

Sementara keputusan rapat di kelurahan disetujui lima macam jenis pohon tahunan yang produktif yang bisa dinikmati oleh masyarakat termasuk pohon mangga, sukun, dan kelapa hal ini di duga syarat dengan permainan kontraktor yang ingin mengantongi keuntungan besar.

Nasir Tarang beranggapan, bahwa kontraktor pastinya akan untung besar, karena pekerjaan proyek hanya membiyai material bronjong sepanjang 100 meter 500 kubit batu gunung saja, dengan ditambah sewa alat berat untuk mengeruk sungai sepanjang 1600. meter bila ditaksirnya hanya menhabiskan biaya paling tinggi 2 milyar, sementara anggaran yang dikelolanya sebesar, Rp. 4.5 milyar lebih.

Berdasarkan dengan adanya dugaan penyalah gunaan anggaran proyek dimaksud, maka LSM BIM akan mengkaji lebih dalam, sebagai dasar bahan laporan yang dalam waktu dekat akan melaporkannya ke APH.

Pihak Kontraktor berusaha ditemui sabtu 4/4/2020 tidak berhasil. Ropu yang mengaku bagian humas proyek, saat ditemui di basecamp lokasi proyek, mengatakan, pelakaana proyek sedang tidak datang di proyek.

(Hamzar Siriwa).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *