Dinas Kesehatan Melatih Ibu Rumah Tangga Mandiri Memanfaatkan Tanaman Obat

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Dinas kesehatan kabupaten takalar, menyelenggarakan workshop asman toga dan kupresur yang berlangsung selama tiga hari mulai 10-12 juni 2020 bertempat di gedung pertemuan PKK kabupaten takalar dengan peserta berjumlah 28 org terdiri ibu rumah tangga yg memiliki kelompok asman toga di setiap kelurahan/desa se kabupaten takalar
Dalam sabutannya, kepala dinas kesehatan yg juga ketua tim gugus pengendalian covid-19 kabupaten takalar, dr. Hj Rahmawati, S.Ked, Sp.P.A, M.Kes menyampaikan bahwa new normal adalah tatanan baru kehidupan baru yg mengikuti pola-pola protokol kes covid-19
Semua kegiatan katanya termasuk pertemuan bisa dilaksanakan sepanjang mengikuti protokol dgn memperhatikan 3 hal utama masing-masing ;
1. Wajib memakai masker
2. Cuci tangan dengan sabun/handsanitizer
3. Menjaga jarak, pelaksanaan kegiatan jangan lebih dari 30 orang agar tidak bergerombol sesuai fisikal/sosial distancing
Kita patut waspada karena ada penderita tanpa gejala (OTG) yg berpotensi menularkan kepada mereka yang rendah imunitasnya
Selain itu istirahat yang cukup, konsumsi gizi seimbang serta memanfaatkan tanaman obat yang banyak tumbuh disekitar kita untuk menjadi pertahanan utama melawan virus Covid-19
Karena tanaman obat katanya dapat meningkatkan imunitas tubuh melawan penyakit, termasuk virus dan bakteri

Adapun materi workshop yg diberikan masing-masing ; pengorganisasian kelompok asman toga, cara pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat serta keterampilan pijit akupresur
Kegiatan workshop asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga ini katanya lagi adalah bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat mengatasi gangguan kesehatannya secara mandiri ditingkat keluarga

Sehingga masyarakat yg memiliki keterampilan toga tidak perlu lagi ke puskesmas atau rumah sakit, jika sifatnya hanya gangguan kesehatan ringan karena mampu memanfaatkan tanaman obat disekitar rumahnya

Apalagi dimusim pandemi corona, rumah sakit dan puskesmas potensial menjadi sumber penularan penyakit covid-19 sehingga masyarakat dihimbau untuk membatasi kunjungan kedua tempat tersebut.

Kontributor: Ibrahim Ibe’
Editor : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *