Dikiranya ASN Jujur, Tetapi Ternyata Rahman Rasid, Lebih Curang dari Yang Curang

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id,Karena dianggap bisa mengemban tugas memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang dipimpinnya serta jujur dan adil sehingga dua tahun silam, Rahman Rasid dipercaya Bupati Takalar, H.Syamsari Kitta menjadi pemimpin (Lurah Mattompodalle) Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan

Tetapi yang dipertontonkan selama bertugas membantu bupati justeru terjadi sebaliknya, Aparatur Sipil Negara (ASN) selama lambang garuda melekat di dadanya, selama itu juga menjadi keluhan masyarakat terutama para kepala lingkungan da Imam Lingkungan

Betapa tidak kata sumber Topikterkini.id karena Rahman Rasid sebagai Lurah diketahui tidak jujur alias lebih curang dari yang curag
Kata-kata tersebut kata sumber bukan tanpa fakta, adalah dua bulan gaji para kepala lingkungan dan imam lingkungan tidak dibayar hingga meninggalkan Kelurahan Mattompodalle dan menurut sumber, kas Kelurahan Mattompodalle sudah kosong saat itu
Selain itu kata sumber juga anggaran pembangunan jalan paving blok tak diketahui kemana raibnya, kecuali diduga kuat dijadikan pendapatan pribadi Lurah

Namun demikian Lurah Rahman Rasid tetap beruntung karena setelah ketahuan oleh Pemerintah Daerah, ia hanya dimutasi ke Kelurahan Maradekaya Kecamatan Pattallassang dengan jabatan yang sama
Pemutasian dirinya tersebut oleh masyarakat setempat kata sumber berharap sikap Rahman Rasid yang buruk di Kelurahan Mattompodalle, bisa diperbaiki di Kelurahan Maradekaya layaknya pemimpin mengayomi dan memperhatikan kebutuhan rakyatnya, tetapi yang terjadi justeru terbalik ibarat langit dengan bumi atau lebih buruk dari yang buruk

Brtapa tidak dalam pelaksanaan 3 paket pembangunan fisik masing-masing ; paket talud jalan dengan anggaran Rp.53 juta, paving blok Rp.77 juta dan paket pos kamling Rp.35 juta, total Rp.165 juta

Oleh Lurah Rahman Rasid kata sumber menyerahkan pelaksanaannya kepada Kamaruddin Dg.Nuru
Namun setelah ketiganya selesai oleh Lurah hanya membayar Rp.65 juta kepada pelaksana sementara secara keseluruhan anggarannya Rp.165 juta sudah realisasi berarti Rp.100 juta tak diketahui raib entah kemana

Lurah, Rahman Rasid yang dikonfirmasi Topikterkini.id via whatsAppnya 16/12 hingga 18/12 belum juga menjawab walau WA menunjukkan sudah terbaca

Saat mau dikonfirmasi langsung 18/12 dikantornya, juga tidak berhasil karena Lurah sedang tidak masuk kantor

Maggarisi Saiyye, bersambung

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *