Diduga Sunat Gaji Honorer, LSM BIM Minta APH Panggil Periksa Kepsek SDI Su’rulangi

  • Whatsapp

TAKALAR, PETIRNEWS.ID–Terkait dugaan pemotongan gaji jutaan rupiah yang disinyalir kuat dilakukan oleh Kepsek SDI 134 Su’rulangi Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kab. Takalar Sulsel, Syamsianti S.Pd terhadap tenaga guru honorernya, maka pihak LSM BIM meminta, agar pihak penegak hukum segera tindak lanjuti.

Ketua LSM Bina Insan Mandiri (BIM), Nasir Tarang, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) memanggil dan memeriksa Kepala SD No. 134 Inp. Su’rulangi, Syamsianti atas perkara kasus dugaan perampasan hak yakni pemetongan gaji jutaan rupiah terhadap 4 orang tenaga guru honorer tambah satu orang tenaga honorer operator sekolah.

Seperti yang dipaparkan sumber, bahwa 4 orang guru honorer tambah 1 orang operator masing masing gajinya disunat oleh Kepsek Syamsianti, dengan jumlah berpariasi, namun jutaan rupiah jumlah keseluruhannya.

Sumber juga menuturkan, bahwa guru honorer yang bernama Sahriani, S.Pdi, gajinya masuk di rekening pribadinya 2.8 juta, namun diambil oleh Kepseknya sebesar 2,3 juta, sehingga hanya 500 ribu yang diberikan diterimanya.

Sementara 2 guru honor yang pegang kelas Dahliah, S. Pdi dan mardiah, S. Pdi gajinya tertarnsfer masuk direkening pribadinya 2.8 juta masing masing gajinya dipotong sunat 1.8 juta diberikanya hanya 1 juta per orang, dan satu orang honorer guru Agama Junaedah, S.Pdi, yang sudah sertifikasi dari 800 ribu gajinya hanya diberikan 600 ribuh 200 ribu disunat oleh Kepsek, jelas sumber.

Salah satu guru honorer yang dihubungi via ponselnya membenarkan  gajinya dipotong oleh Kepseknya sebesar 2.3 juta dari gaji yang diterimanya lewat rekening pribadinya 2,8 juta,  alasan kepsek memotong gajinya itu kata guru honorer tersebut  untuk dipake biaya jama jama (salam salaman).

Ketua LSM BIM Nasir Tarang menyikapi, bahwa ulah Kepasek, Syamsianti melakukan indikasi perampasan hak pemotongan gaji terhadap empat guru honorernya itu, dan hal ini tidak bisa diteloransi APH segera mindak lanjuti memanggil memeriksa Kepsek SD No. 134 Su’rulangi, Sayamsianti.

Kepsek syamsianti, yang dihubungi via ponselnya membantah melakukan pemotongan gaji guru honorernya, kecuali dia mengaku gaji yang di ambil itu dipakainya membeli baju siswanya sebesar 1 juta dan dipakai membayar gaji bujang dan Sekurity 1 juta serta dipake membayar gaji honor lainya yang tidak terdaftar di dapodik tidak memiliki No NPTK 300 ribu rupiah.

Kepsek juga mengatakan, bahwa karena dana gratis di sekolah sudah ditiadakan, maka pihak Dinas Pendidikan Takalar  yakni Bidang Dikdas melalui rapat waktu itu menyampaikan, kalau gaji Sekurity, bujang, beserta honorer yang tidak terdaftar di dapodik, honor kepala sekolah dan Bendahara Bos serta Bendahara barang di aplikasi baru yang ini sudah tidak ada, olehnya itu diselipkan masuk di rekening gaji guru guru honorernya, jelasnya.

Tim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *