Diduga Ragu Kalah Bertarung, Kades Barana Disinyalir Undang Rapat Aparatnya Minta Bantu 5 Juta

  • Whatsapp

JENEPONTO, TOPIKTERKINI.ID- Diduga meragukan dirinya akan kalah dalam pertarungan Pilkades bulan November 2021 mendatang, Kades Barana Kec. Bangkala Barat Kab. Jeneponto SulSel, Asrul S. IP, mengudang rapat internal semua Aparatnya termasuk 7 kepala Dusunnya, untuk dimintai bantuan dukungan dan dana kampanye sebesar 5 juta persatu aparat, bahkan ada yang dimintanya hingga 10 juta.

Hal itu disebutkan oleh Sumber, bahwa Kades, Asrul memanggil semua Kepala Dusunya kerumahnya, untuk melakukan rapat internal, dan memintai bantuan dukungan dan dana sebesar 5 juta kepada semua Aparatnya termasuk kepada 7 kepala Dusunnya untuk biaya politik pilkadesnya nanti. Ucap sumber.

Dugaan pungli Pilkades yang disinyalir kuat dilakukan oleh Kades, Asrul, dapat tergambarkan dengan jelas, seiring adanya pengakuan Kepala Dusun Paranglabua, Abd. Rasad, saat ditemui di rumah kediamannya, 23/01/2020 membenarkan adanya permintaan Kadesnya, dibantu uang dan dukungan dipilkadesnya nanti.

Namun itu kata Rasad, atas kemauan sendiri membantu Kadesnya, agar bisa menang duduk dua kali, dan untuk tetap dipake kembali sebagai Kepala Dusun, karena menurytnya, kalau Kadesnya kalah, maka otomatis dirinya akan diganti juga sebagai Kadus. Jelasnya.

Hal senada yang dikatakan oleh Kepala Dusun Bontoparang, Sirajuddin dg. Ngali, mengaku juga pernah dipanggil ke rumah Kadesnya pada bulan November 2020 bersama dengan semua aparat desa untuk dimintai dukungan dan juga dimintai dana sebesar 5jt untuk biaya jamuan kopi dan rokok di pilkades nanti.

Sekaitan dengan itu, Kades Barana, Asrul yang juga ditemui di rumah kediamannya, 23/01/2020 mengakui pernah mengundang semua Aparatnya termasuk 7 Kepala Dusunnya untuk minta didukung di pilkades yang akan dilaksanakan pada bulan November 2021.

Ia juga mengakui minta dibantu dana 5 jt bahkan ada aparatnya dimintai 10 juta untuk biaya pembeli kopi dan rokok pada saat menjelang pilkades nanti, namun itu sengaja meminta kepada semua aparatnya karena juga hanya menguji ingin mengetahui aparatnya siapa yang masih mendukunnya dan siapa yang tidak lagi mendukunnya.

Lanjut dikatakanya, bahwa selama 6 tahun menjabat sebagai Kepala Desa, ada yang sering membocorkan rahasia jabatannya tentang penggunaan dana desa kemasyarakat sehingga dirinya mersa dibikin rusak, olehnya itu juga ia memanggil datang semua Aparatnya ke rumahnya untuk dimintai dana jutaan rupiah selaku ujian dapat diketahuinya siapa aparantnya itu yang sering membocorkan keluar kemasyarakat tentang penggunaan dana desa yang dikelolanya.

(Hamzar Siriwa).

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *