Diduga Pungli Dan Tangani Sebagian Dana BOS, Pihak Dikbud Takalar Dikeluhkan Kepsek SD dan SMP

  • Whatsapp

TAKALAR, TOPIKterkini – Terkait adanya dugaan pungutan liar yang disinyalir kuat dilakukan oleh pihak Dikbud Kab. Takalar yang terkait, membuat sejumlah Kepala Sekolah SD dan SMP di Kabupaten Takalar, Sul-Sel, mengeluh karena sebagian penggunaan dana Operasional Sekolah (BOS). diambil alih oleh oknum oknum terkait di Dikbud Kab. Takalar tersebut.

Salah satu Kepala SD kepada Media ini memberikan, bahwa semua Kepsek dibebani 50 ribu untuk pembayaran pengambilan Ijasa siswa dan 10 ribu persiwa untuk pembayaran SKHU bagi siswa yang sudah tamat.

Padahal menurut sumber bahwa semestinya Dikbud tidak membebani kepala sekolah untuk pembayaran SKHU dan biaya pengambilan ijazah pada siswa tamat, karena itu semua ada anggarannya di dikbud kabupaten, dan itu merupakan tugas pokoknya untuk menyediakan blangko SKHU selaku pengganti nilai Ijazah, untuk keperluan siswa tamat digunakan mendaftar kesekolah lanjutan.

Selain pemungutan untuk biaya SKHU dan biaya pengambilan ijazah, pihak Dikbud Kabupaten juga mengelola sebagian dana Bos seperti penggandaan soal ujian try out, pengadaan buku kurikulum K13 serta biaya pelatihan pelatihan, semuanya itu ditanganinya, membuat para Kepsek mengeluh tidak sanggup, sehingga akhir ini dikabarkan beberapa kepala sekolah SD yang sudah minta mengundurkan diri ujar sumber.

Semestinya kata sumber, dana Bos dikelolah sendiri oleh masing masing Kepala Sekolah, karena yang namanya Biaya Operasional Sekolah adalah biaya sekolah, yang dikelola sendiri dan penggunaannya dipertanggungjawabkan sendiri oleh kepala sekolah, bukan malah sebaliknya oknum-oknum terkait di Dikbud yang mengelolahnya sementara kita kepala sekolah yang mempertanggungjawabkan pembelajaan dana Sekolah tersebut.

Lanjut sumber menyebutkan, bahwa yang menangani SKHU di Bidang Dikdas atas nama Ikbar sementara ijazah di tangani atas nama Rahmah masing masing pegawai sukarela di Dikbud kabupaten Takalar di bidang dikdas.

Berbagai kepala sekolah SD dan SMP menanggapinya bahwa, Dana Bos di sekolahan dinilainya pihak Dinas pendidikan dan kebudayaan kab. Takalar menjadikannya lahan bisnis, untuk mendapatkan pih dari perusahaan dan rekanan yang di temaninya kerjasama.

Para kepala sekolah SD dan SMP Sewilayah Kabupaten Takalar berharap, agar semua penggunaan anggaran Dana Bos seperti yang dipaparkan diatas yaitu penggandaan soal ujian, try out, Buku, serta pelatihan pelatihan Supaya dikembalikan ke masing masing sekolah mengelola sendiri. Harapnya.

Kepala Bidang Dikdas, Dahlan yang ditemui di ruang kerjanya 22/8/2019 menjelaskan, bahwa pembayaran SKHU itu dibiayai oleh dana BOS dan itu memang ada dalam petunjuk, untuk biaya cetak blanko, sementara 50 ribu untuk biaya pengambilan Ijazah itu atas kemauan sendiri kepala sekolah yang memberi. Kita di Dinas tidak pernah meminta.

Sementara dana penggandaan soal ujian dan dana try out serta pengadaan buku dimaksud, itu ditangani sendiri oleh masing masing Ketua K3S. Jelasnya.

(Hamzar Siriwa).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *