Diduga Kelola Dan Nikmati Sendiri Dana Bumdes Laikang, Muh. Kasim Dituai Sorotan Warga

oleh -222 views

TAKALAR, TOPIKterkini- Dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Laikang, Kec. Mangarabongbang, Kab. Takalar, Sul-Sel, yang disinyalir dikelola dan dinikmati sendiri oleh Sekretaris Bumdes Laikang, Muh. Kasim, kini marak diisukan, tertuai sorotan warga desa Laikang pada khususnya.

Muh. Kasim menjadi sorotan publik, lantaran dana Bumdes sebesar kurang lebih 150 juta rupiah diduga diselewengkan dikelolanya sendiri, pada usaha milik pribadinya, padahal peruntukan dana Bumdes tersebut, adalah tak lain, untuk mensejahterakan masyarakat desa setempat, alias bukan untuk dinikmati oleh pihak Bumdes itu sendirian.

Kepada Media ini Sumber layak dipercaya menyebutkan, bahwa ada dana Bumdes sebesar 80 juta dipakai kepisik bangunan toko grosir Mart Desa. Namun sayangnya, karena toko yang dibangunnya itu hanya berukuran 6×9 m, sehingga kembali dituai sorotan warga dengan indikasi ada mark up anggaran di dalamnya.

Apalagi lanjut sumber menjelaskan, bahwa bangunan yang dijadikannya toko itu, yang dibiayainya hanya atap seng spandek dengan rangka baja/holo berikut dinding depan yang juga hanya menggunakan kalssi boor, berikut besi pengaman bagian depan, pemasangan tegel, cat, serta rak rak tempat barang jualan.

Sementara kedua sisisi dinding samping kiri kanan tidak dibiayainya lagi, karena bangunan tersebut diapit oleh bangunan Kantor Desa Laikang.

Olehnya dikalkulasi bangunan tersebut, hanya memakai anggaran keseluruhan material dan ongkos pekerja paling tinggi sebesar 50 jutaan saja sehingga kata sumber, Muh. Kasim selaku pengelola sudah beruntung sendiri 30 jutaan.

Lain lagi keuntungan yang didapatnya pada pengadaan usaha kramba, yang diketahui lahan miliknya sendiri yang dilaporkan sebagai usaha kramba udang lobster ke Badan Usaha Milik Desa dengan dana sebesar 50 juta yang
menurut sumber, bahwa usaha kramba udang lobster Bumdes tersebut, di kelolanya sendiri.

Selain itu, sisa dana Bumdes tahun 2018 lalu, masih ada tersisa 20 juta dan juga masih dikantonginya sendiri, atau belum disetornya ke Kas Desa alias belum disetorkannya ke bendahara Bumdes.

Sehubungan hal tersebut, Ketua Bumdes Desa laikang Dg Nai Laidi ketika ditemui oleh rekan media di rumah kediamannya belum lama ini, mengakui, bahwa semua anggaran Bumdes 2018 sebesar 150 juta, itu dikelola sendiri oleh Muh. Kasim, sehingga seperti yang dipaparkan sumber di atas itu sudah benar.

“Saya hanya sebatas Ketua saja dan saya tidak mau terlibat dalam pengelolaan anggaran karena takut saya terlibat jika ada masalah dengan pengelolaan anggaran”. Tuturnya.

Lanjut Ketua Bumdes memaparkan, kalau Pihaknya mendesak sekretarisnya itu, segera memasukan Laporan Pertanggungjawaban dana Bundes yang dikelolanya itu, seperti laporan hasil usaha Bumdes Keramba udang lobster yang dikelolanya dan sisa dana Bumdes yang belum terpakai sebesar 20 juta apa dananya sudah disetor ke Kas Desa atau masih disimpannya ditanganinya sendiri.

Ketua bumdes mengharapkan, agar Muh. Kasim segera memasukan LPJ penggunaan dana yang dikelolanya guna untuk mencairkan dana bumdes di triulan satu 2019 ini, karena dana Desa Laikang hingga sekarang belum juga dicairkan, lantaran LPJ Bumdes belum masuk.

Sumber lain dari salah satu warga setempat menyampaikan, bahwa sebenarnya Muh Kasim itu tidak ada namanya dalam daftar seperti yang diusulan oleh Tokoh masyarakat sebagai pengurus Bumdes desa laikang, namun mengagetkan tiba tiba namanya muncul namanya selaku pengurus dalam posisi sekretaris Bumdes Desa laikang yang dibentuk oleh Kepala desa.

Sekretaris Bundes, Muh. Kasim yang ingin dikonfirmasi lewat henpon selularnya 27/7/2019 berdirin namun tidak diangkatnya.

(Hamzar siswa).

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *