Diduga Kedapatan Merusak Hutan Suaka Margasatwa Ko’mara, H.Jabir Bonto, Tuding Pihak Kehutanan, Tidak Punya Dasar

oleh -65 views

Takalar Topikterkini.id. Pendaftaran tanah di Indonesia diketahui saat penjajahan belanda sekitat tahun 1920.
Namun penduduk republik ini yang lahir setelah tahun 1940, masih saja ada yang mengaku punya tanah tertulis dalam buku rincik atas nama orang tuanya

Seperti Mantan Ketua DPRD Takalar, H.Jabir Bonto bersikeras mengklaim hutan suaka margasatwa sebagai tanah miliknya

Pengakuan tersebut mencuat setelah diduga kedapatan membabat hutan tersebut ketika operasi gabungan pengamanan hutan Suaka Margasatwa Ko’mara yang melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Balai Penegakan Hukum LHK, Polda Sulsel, Dandenpom XlV/4 Makassar, KPH Jenebarang ll pada 21 Maret 2020

Dalam operasi gabungan tersebut yang dipimpin Kepala Bidang BBKSDA Sulawesi Selatan, Ir. Ahmad Yani ditemukan pengrusakan hutan yang diduga kuat terindikasi dilakukan
oknum mantan Ketua DPRD Takalar, H.Jabir Bonto yang saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Takalar

H.Jabir Bonto, diduga telah melakukan pengrusakan hutan dengan cara membuka jalan baru wilayah hutan Suaka Margasatwa Ko’mara sepanjang 1,2 Kilometer (KM) dengan lebar 6 Meter.

H.Jabir Bonto juga diduga melakukan pengrusakan pohon dari jenis jati, pohon bitti, pohon beringin, kata Ahmad Yani.

Dikatakan Ahmad Yani, bahwa pihaknya saat ini juga telah mengamankan satu alat berat berupa exacavator yang diduga digunakan Jabir Bonto melakukan pengrusakan hutan.

Ahmad Yani hari itu mau melakukan penyitaan alat berat yang digunakan merusak hutan, tetapi karena tidak mau stater sehingga ia titip di kepala desa Barugaya dulu.
Untuk pengembangan kasusnya katanya, sedang mencari operator exacavator dan mandor jalan tersebut

Untuk diketahui bahwa penrusakan hutan mencuat adakah saat Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sulawesi Selatan melakukan operasi gabungan pengamanan hutan Suaka Margasatwa Ko’mara di Desa Barugaya, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu 21 Maret 2020

Namun temuan pengrusakan dibantah H. Jabir Bonto saat dikonfirmasi wartawan,
menurutnya hutan tersebut adalah miliknya sendiri
Justeru pihak Kehutanan yang salah mengaku kata H.Bonto
Betapa tidak, pihak Kehutanan katanya hanya sebatas mengaku tanpa dasar, sementara H.Bonto dikuatkan dengan bukti rincik di Pemerintah Desa sehingga seharusnya pihak Kehutananlah yang harus diproses, bukan dia, karena tanahnya mau diambil (Red)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *