Dicatut namanya berhentikan Imam Lingkungan, Kabag Kesra Menganggap bagaikan Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan

  • Whatsapp
Dahlan Dg.Tala (korban pemecatan)

TAKALAR-TOPIKTERKINI.ID | Imam kelurahan bulukunyi kecamatan polombangkeng selatan kabupaten takalar sulawesi selatan, H.Syamsuddin Dg.Rurung, saat ini menjadi perbincangan hangat di takalar

Persoalannya bersama ketua LPM setempat, Baharuddin T Dg.Nojeng mengusulkan Dahlan Dg.Tala dan H.Baso Limpo diberhentikan dari jabatannya sebagai imam lingkungan makammu II dan imam lingkungan tengko

Imam kelurahan bulukunyi mengusulkan pemberhentian kedua imam lingkungan adalah mengaku di-marah-marahi kepala bagian kesrah, Amran Torada setelah diketahui keduanya menjadi sponsor pelaksanaan sholat hari raya idul fitri 1441 H di tempat yang beda, kata sumber menirukan imam kelurahan bulukunyi

Namun kepala bagian kesrah kantor bupati takalar, Amran Torada via ponselnya 08/06 membantah disebut me-marah-marahi imam kelurahan bulukunyi
Menurtnya, akhir-akhir ini tidak pernah ketemu dengan ìmam kelurahan bulukunyi sehingga tidak relevan dituding pernah me-marahi-marahi terlebih hanya masalah sholat idul fitri
Oleh karena itu mantan camat galesong selatan menganggap kalau statemen imam kelurahan bulukunyi adalah tidak lebih dari fitnah
Sedangkan fitnah katanya lebih kejam dari pembunuhan, oleh karena itu iapun mengaku keberatan

Seperti diberitakan sebelumnya, Dahlan Dg.Tala diberhentikan dari jabatanya sebagai imam lingkungan oleh lurah bulukunyi, Muhammad Nur, namun sesungguhnya bukan Lurah, melainkan camat polombangkeng selatan, Baharuddin S.Sos, M.Si atas usul lurah

Informasi Topikterkini.id menyebutkan bahwa bukan hanya imam lingkungan makammu II yang mendapat hukuman atas tindakannya sebagai sponsor pelaksanaan sholat hari raya idul fitri 1441 H bukan 1440 H, tetapi juga imam lingkungan tengko, H.Baso Limpo mengalami hal serupa akibat pelaksanaan sholat hari raya tersebut

Dahlan Dg.Tala menjadi sponsor pelaksanaan sholat hari raya idul fitri dimasjid depan kantor lurah bulukunyi yang dibangun AKBP Gany Alamsyah Hatta saat menjabat kapolres takalar
Sedangkan H.Baso Limpo di masjid padeng-padeng

Imam makammu II, Dahlan Dg.Tala 08/06 kepada Topikterkini.id mengaku tidak terima dirinya dipecat karena menurutnya tidak punya kesalahan yang memenuhi unsur
Memenuhi unsur kesalahannya katanya, Imam/lurah, LPM bersama camat, harus melalui mekanisme hasil musyawarah bersama unsur pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agagama, bukan atas dasar sentimen

Dahlan Dg.Tata mengatakan bahwa setelah imam kelurahan dan ketua LPM mengusulkan pemberhentian dirinya, sebagai lurah yang arif dan bijaksana, seharusnya mengundang dirinya mengklarifikasi penyebab dirinya diusulkan diberhentikan, jangan justeru langsung main ala hakim
Karena tidak tertutup kemungkinan akan berdampak kepada kesenjangan sosial di masyarakat bahkan lebih dari itu imbasnya akan lebih buruk

Oleh karena tidak diminta menjawab atas pelanggaran yang dituduhkan, membuat Dahlan Dg.Tala mengaku kecewa berat

Pemberhentian aparat katanya adalah sesuatu yang lumrah tetapi yang tidak lumrah kalau yang diberhentikan tidak punya pelanggaran dan tidak juga dimintai jawaban dan tindakan seperti itu adalah merupakan perbuatan penghinaan, kata Dahlan Dg.Tala

Lurah bulukunyi, Muhammad Nur, via WhatsAppnya 08/06 mengaku mengusulkan kedua imam diberhentikan adalah atas dasar permintaan imam kelurahan dan ketua LPM

(Red) bersambung

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *