Di Duga Desakan Dari Atas, Dua Aparat Desa Lengkese Di Pecat Plt Kepala Desa

  • Whatsapp

TOPIKterkini.id. Sampai saat ini jumlah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa di Takalar Sulawesi Selatan, sudah kurang lebih 50 dari 74 jumlah Desa, dengan akhir masa periodenya, sebagian belum lama tetapi lebih banyak yang sudah mencapai 2 tahun akhir periodenya.
Hasil pantauan TOPIKterkini diketahui bahwa dari kurang lebih 50 Plt Kepala Desa, nyaris semua tidak seperti layaknya seorang Pemerintah karena Pemerintah seyogianya etikatnya baik baik berusaha membangung kesatuan dan persatuan, tidak seperti preman jalanan yang bisa melukai jika tak berhasil mendapatkan keinginannya

Seperti misalnya puluhan Plt Kepala Desa sebelumnya melakukan pemecatan aparat desa tanpa pelanggaran sedikitpun termasuk Plt Kepala Desa Mangindara Kecamatan Galesong Selatan, Idris Jarre, tidak pandang orang ibarat tinggal dilautan, diangkat juga menjadi aparat Desa menggantikan aparat yang aktif mengemban tugasnya.

Kini menyusul Plt.Kepala Desa Lengkese Kecamatan Mangarabombang, Muh.Amin Muis turut melakukan hal serupa sengaja tak mengenal aturan pemberhentian aparat memecat aparatnya, Kepala Dusun Tamona, Mahyudin dan stafnya, Hamja Nuru
Penempatan Amin Muis oleh masyarakat berharap agar bisa membuat dan memberikan rasa aman di Desanya mengingat dia Plt adalah merupakan putra desa tetapi yang terjadi justeru terbalik 150 derajat megakibatkan ketenangan warga tidak terjamin. Kehadiran Amin Muis sebagai Plt Kepala Desa kata sejumlah warga saat ini menciptakan keresahan dan kegaduhan

Memberhentikan aparat desa kata warga lainnya, ada tata cara pelaksanaannya, jika ditemukan pelanggaran diawali dengan teguran lisan kemudian memyusul teguran lisan dan kalau yang bersangkutan tidak mengindahkan semua itu, baru bisa diambil tindakan tetapi bukan berarti langsung pemecatan karena seorang aparat pemerintah memenuhi unsur dipecat kalau sudah 3 bukan tidak pernah mengemban tugasnya atau terbukti melakukan tidak pidana korupsi. Tetapi keduanya yang dipecat mengaku heran karena tidak punya pelanggaran sedikitpun melainkan punya prestasi soal penagihan pajak, saat ini katanya pajak bumi bangunan diwilayahnya sudah LUNAS
Soal pemecatan dirinya oleh Mahyudin menganggap sebuab bentuk kriminalisasi yang nilai tingkat kejahatannya paling tinggi sehingga ia tetap mengupayakan mencari keadilan. Terlebih katanya mendengar informasi bahwa dibalik dari pemecatannya terselip desakan demi memenuhi hasrat dan kepentingan didalamnya
Dikatakan Mahyudin bahwa idealnya seorang Plt akan melakukan pemecatan wajarnya dilakukan rapat bersama Badan Permusyawatan Desa (BPD) menbahas seperti apa bentuk pelanggarannya. Namun hal tersebut sama sekali oleh Plt tidak dia lakukan sehingga Mahyudin bertekad bertahan sebagai upaya mengamankan harga dirinya.
Persoalannya kata Mahyudin, ibarat penganiayaan yang menimpa seseorang tanpa perbuatan yang pantas, maka korbannya pasti tidak mampu menerima atau keberatan
Bisa dibayangkan penghinaannya Plt Kepala Desa terhadap Mahyudin, dia diganti ibarat seperti teroris hanya sesuai kesempatannya melakukan pembunuhan

 

Mahyudin bersama Hamja

Kepada TOPIKterkini baru baru ini Mahyudin mengaku ketiaka dia diangkat menjadi Kepala Dusun tahun 2017 dipilih masyarakat dimesjid usai sholat jumat

Untuk aparat desa Lengkese, Hamja Nuru yang juga menjadi korban keberingasan Amun Muis, turut heran saat menerima surat keputusan pemberhentian karena menurutnya sama dengan Mahyudin tidak merasa punya pelanggaran, kalau memang pemecatan dirinya sudah sesuai prosedur, Hamja menerima, tetapi pemecatannya katanya adalah sama sekali bertentangan dengan peraturan sementara Plt tidak ada bedanya dengan Kepala Desa melaksanakan tugas berdasarkan peraturan yang ada, bukan atas dasar nafsunya
Hamja Nuru menduga terselip dendam politik di pemilihan legislatif baru baru ini dan juga kemungkinan ada desakan dari atas sehingga dirinya dipecat.

Plt Kepala Desa Lengkese, Muh Amin Muis yang di komfirmasi Wartawan Media ini di rumahnya 26/07 membantah atas adanya desakan dari atas untuk memecat kepala dusun Tamaona Mahyudin dan afarat desa Hamja Nuru.
Itu tidak benar, keduanya dipecat katanya karna sudah tak seiring dengan saya selaku kepala Desa, kalau dia di suruh kesitu malah dia kesana jadi untuk apa mau di pertahankan kalau yang bersangkutan sudah tak sejalan dengan kami dan
Hamja Nuru itu di berhentikan karena banyak tugas tugasnya dia lalaikan sehingga kita ganti dengan orang yang mau bekerja,
Terkait pemilihan Kepala Dusun Tamaona bisa saja di lakukan kalau masyarakat yang menginginkan itupun kalau 50 persen dari jumlah wajib pilih tetapi kalau di bawa 50 persen, tidak bisa karna lebih banyak yang tidak setuju
Pelaksana tugas Kepala Desa Lengkese mengaku memberhentikan Mahyudin sebagai Kepala Dusun Tamaona digantikan oleh Achmad, sedangkan Hamja Staf Desa digantikan Syarifuddin pada 19 Juli 2019

Penulis : Muh Rusli Ronrong
Editor : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *