Dari Maulid Nabi Muhammad SAW, Bersatu Orang Bisa Menjadi Teguh Tetapi Ber Pisah Pisah Orang Bisa Runtuh

  • Whatsapp

TOPIKTERKINI.ID – TAKALAR : Bulan maulid 12 Rabiul Awal 1441 H tahun 2019 M oleh ummat islam dimuka bumi ini dimana mana memperingati berlainan cara, ada kategori besar, ada yang sedang dan ada juga yang kecil

Seperti masyarakat di dua Dusun masing – masing Dusun Satangnga Raya dan Dusun Satangnga Laut Desa Mattirobaji Kecamatan Kepulauan Tanakeke memperingati maulid Nabi Muhammad SAW yang oleh mereka disebut maulid budaya setiap tahunnya secara ber sama sama

Berikut laporan wartawan media online TOPIKTERKINI, Maggarisi Saiyye

Sabtu 23 November 2019 TOPIKTERKINI memenuhi undangan Plt.Kepala Desa Mattirobaji Kecamatan Kepulauan Tanakeke untuk mengahadiri Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW Di dermaga Desa Ujungbaji Kecamatan Sanrobone sekitar pukul 07.15 wita jemputan berupa perahu jolloro tertulis MITRA TANAKEKE, tiba digunakan menyeberang lautan sekitar 1 jam atau sekitar pukul 08.15 wita perahu jolloro yang ditumpangi merapat di dermaga pula satangnga

Kemudian TOPIKTERKINI bersama rombongan menuju lapangan tempat pelaksanaan maulid
Di lapangan tersebut diketahui masyarakat yang mengadakan maulid adalah untuk dua Dusun masing masing ; Dusun Satangnga Raya dan Dusun Satangnga Laut Desa Mattirobaji Kecamatan Kepulauan Tanakeke, memperingati secara rutin setiap tahun

Tradisi tersebut adalah merupakan budaya, sejak dahulu kala yang konon kabarnya dimulai sejak pulau satangnga masih dihuni 50 Kepala Keluarga yang kini sudah dihuni hampir 300 KK

Begitu dalamnya penghayatan masyarakat pulau satangnga terhadap hari kelahiran Muhammad SAW sehingga bentuk peringatannya hampir sama dengan memperingati Maudu lompoa (Maulid Besar) di Kampung Cikowang Kecamatan Mangarabombang sehingga menjadi motivasi bagi mereka untuk berpartisipasi dalam rangka memeriahkan acara tersebut

Keterbatasan ekonomi warga pulau, bukan menjadi alasan untuk tidak merayakan sebagai rasa cinta kepada Muhammad penyebar agama islam di muka bumi yang menjadi petunjuk kehidupan beragama para ummat islam

Setelah pulau tanakeke menjadi Kecamatan ke -10 Kabupaten Takalar dibawa kendali H.Bostan S.Sos MM sebagai Camat pertama, perayaan Maulid lebih meriah lagi ketimbang tahun tahun sebelumnya terlebih untuk pengantin baru, biaya pelaksanaan maulidinya lebih meriah dari masyarakat umum, namun hanya saat baru usai menikah, sesudahnya sudah sama dengan maulid lainnya
Menurut panitia yang juga ketua karang taruna bina harapan, Safri Dg.Sarrang bahwa maulid pengantin baru jumlahnya 9 unit dibanding tahun lalu 16 unit dari 432 unit

Di lapangan Satangnga yang merupakan tempat pelaksanaan maulid terlihat kumpulan warga yang terdiri orang tua anak anak laki laki perempuan menunjukkan kesetiaan mengenang budi pekerti dan ahlaq Muhammad semasa hidupnya terlebih setelah menjadi Nambi

Seorang tokoh masyarakat, HS Dg. Tiro mengatakan untuk pengantin baru, biaya yang digunakan memperingati Maulid katanya per Kepala Keluarga mencapai Rp.10 juta tetapi biaya katanya bukan alasan ketimbang rasa cintanya kepada Muhammad SWA

Ketika ditanya seperti apa rasa cintanya kepada Muhammad SAW, HS Dg.Tiro bersama H.Sutte mengatakan, agama islam yang disebar dengan berbagai tantangan tetapi tidak surut demi membangun keyakinan masyarakat kepada agama islam

Sebagai gambaran sebuah tempat berukuran segi empat yang terbuat dari kayu memakai tiang setinggi 2 meter, sebagian terlihat seperti julung julung dan yang lainnya seperti menyerupai rumah sebagai tempat bakul yang menurut HS Dg.Tiro dan H.Sutte, berisi beras ditambah ketan dihiasi telur berwarnah merah dilengkapi kertas berwarna warni

Namun biasanya bakul tersebut hanya diisi dengan beras setengah matang yang menurut warga setempat didalamnya
biasanya berisi potongan ayam goreng yang siap saji
Kemudian bakul bakul berupa baskon dan ember diletakkan diatas yang bentuknya seperti rumah untuk dipersembahkan pada acara tersebut
Diatas layaknya rumah dihiasi sejumlah kain, sarung, baju dan celana berwarna warni sehingga menujukkan tampilan yang menarik di pandang mata

Komunitas Karang Taruna tidak ketinggalan menampilkan bakul bakulnya sama seperti bakul masyarakat lainnya

Camat Kepulauan Tanakeke, H.Bostan S.Sos M.Si mengakatan bahwa tampilan bakul bakul Karang Taruna, baru kali ini hadir bersama masyarakat

Karang taruna katanya harus di berdayakan untuk semua kegiatan termasuk kegiatan pembangunan yang dibiayai Dana Desa sebagai upaya memaksimalkan penggunaannya semoga menjadi lebih lama dinikmati masyarakat

Sejak pagi hari ratusan masyarakat datang berbondong bondong ketempat menunggu berlangsungnya acara tersebut pukuk 14.00 semuanya berbaur menjadi satu sebagai bentuk pengamalan petunjuk Camatnya bahwa bersatu orang bisa teguh tetapi sebaliknya berpisah pisah bisa membuat orang runtuh

Sementara persatuan dan kesatuan perlu dibangun menjadi lebih kokoh semoga yang berat bisa menjadi ringan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *