Dana Karang Taruna Dan BOP LPM Desa Bentang Diduga Dipotong, Plt Kades Dan Sekdes Saling Lempar

  • Whatsapp

TAKALAR, TOPIKTERKINI.ID | Terkait anggaran Karang Taruna dan anggaran BOP LPM Desa Bentang yang di anggarkan di Dana Desa (DD) TA-2019 yang disorot oleh berbagai kalangan publik tidak sesuai dengan besar anggarannya diterimakan, mantan Plt dan Sekdes Bentang dinilai saling melempar tanggungjawab.

Hal itu dapat tergambarkan, seiring dengan adanya laporan masyarakat setempat yang menyebutkan, bahwa anggaran Karantaruna Desa Bentang di tahun 2019 dari dana desa sebesar 12.500.000, konon yang diberikan oleh Ketua Karantaruna hanya 6 juta sehingga yang 6 juta 500 ribu dipertanyakan kemana rimbahnya.

Begitulah juga dengan dana BOP LPM Desa Bentang anggaranya 7,5 jt dalam satu tahun di 2019, namun lagi lagi diduga disunat pula oleh mantan PLt Kepala Desa, Gau S. Sos, sehingga hanya 1,7jt yang diberikan diterima oleh Ketua LPM

Dana Karang Taruna Dan BOP LPM Diduga Dipotong, Plt Desa Dan Sekdes Bentang Saling LemparWakil Ketua Karantaruna Desa Betang, Ramli Dg. Ngago yang ditemui di rumahnya pada 20/7/2020 membenarkan kalau hanya 6 jt yang di terima Ketuanya dari anggaran Karantaruna, padahal diketahui anggaran Karantaruna ditahun 2019 sebesar 12.5 jt. Tuturnya.

Di tempat yang sama, salah satu pengurus LPM yang juga sempat ditemui, membenarkan kalau dana BOP yang dianggarkan di dana desa di tahun 2019 sebesar 7,5jt hanya di berikan diterimanya 1,7jt saja terangnya.

Terkait itu, Mantan PLT. Desa Betang, Gau Rurung saat ditemui di ruang kerjanya Camat Galesong Selatan pada Senin, 20/7/2020 mengatakan, bahwa dia tidak tahu menahu tentang dana tersebut, yang mengetahui semua adalah Sekdesnya saja, pihaknya hanya bertandatangan semata.

“Bila ingin mengetahui persoalan besar dana silakan ke sekretaris desa saja pertanyakan tentang penggunaan dana mereka yang tahu semua.

Di tempat terpisah Sekretaris Desa Bentang M. Alkadri Muis, yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan maslah anggaran dana Karantaruna yang tidak cukup diberikan sama pengurusnya dirinya tidak tahu itu urusan KPA mantan PLT Kepala desa yang lebih mengetahuinya.

Terkait dana BOP LPM itu sudah di bayarkan dua triulan mulai januari sampai dengan juni sementara bulan juli sampai dengan Desember 2019 di akuinya memang tidak dibayarkan karena pengurus LPM yang terpilih mengungdurkan diri waktu itu namun anggarannya dua triulan tetap tersimpan dan akan dikembalikan nantinya.

Dari pernyataan Sekdes sama PLt terkait dana BOP LPM bertolak belakan tak seiring pernyataannya, sekdes menyampaikan dananya tetap ada tersimpan sementara PLt Kepala desa Gau Rurung menyampaikan dananya dua triulan sudah tidak ada karena tidak dianggarkan, pernyataan tersebut keliru dan saling lempar tanggung jawab.

(Hamzar Siriwa).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *