Dana BOS Afermasi Diduga Dikelola Dikbud Kab. Takalar

  • Whatsapp

TAKALAR, TOPIKTERKINI.ID- Terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afermasi yang konon selayaknya dikelola oleh para Kepsek penerima itu masing masing, maka kini dikabarkan diduga diambil alih, dikelola oleh pihak Diknas Kab. Takalar.

Hal itu diinformasikan oleh salah satu Kepsek yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa berdasarkan pertemuan lewat pirtual Daring langsung di kementerian pendidikan pusat, terhadap Kepala sekolah yang mendapatkan Bos Afermasi di tahun 2020 ini, akan dikelola sendiri atau dibelanjakan sendiri oleh masing masing kepala sekolah penerima bantuan Bos Afermasi, sesui kebutuhan sekolah.

Namun pada pertemuan ke dua melalui undangan Dinas Pendidikan Kab. Takalar baru baru ini, semua kepala sekolah yang mendapatkan bantuan Bos Afermasi itu diminta oleh pihak Dikdas untuk dibelanjakan oleh salah satu rekanan di Makassar, yakni orang China. Jelas sumber.

Sumber menyebutkan, bahwa sebanyak 30 Sekolah Dasar di Kabupaten Takalar mendapat Bantuan Bos Afermasi dengan besar dana 60 juta per satu Sekolah. Bantuan itu diperuntukkan untuk kebutuhan sekolah dan yang seharusnya dikelola sendiri oleh Kepsek itu sendiri, tanpa ada interfensi dari pihak Dinas Pendidikan, untuk memamfaatkan mendapatkan keuntungan besar dari dana tersebut.

Olehnya para Kepsek penerima Bantuan Afermasi di kab. Takalar pada kaget waktu pertemuan ke dua yang dilaksanakan oleh pihak Diknas yang minta anggaran bantuan dikelola oleh salah satu rekanan padahal dipertemuan pertama yang dilakukan oleh kementerian pendidikan pusat lewat pirtual daring diperintahkan oleh masing masing Kepsek penerima bantuan untuk mengelola sendiri. Ucap sumber.

Lanjut Sumber mengatakan, bahwa kepala sekolah hanya datang di Bank Sulselbar untuk mencairkan dana setelah dicairkan akan ditrasfer langsung kembali ke rekanan penyedia barang yang ditujukan Dikdas Takalar.

Kepala Bidang Dikdas Pendidikan Ramadi di hubungi via ponselnya, 22/12/2020 mengakui bantuan Bos Afermasi yang diterima oleh 30 sekolah di Kabupaten Takalar dengan anggaran 60 juta per satu sekolah penerima bantuan tersebut, dibelanjakan lewat fermasi siplah oleh kepala sekolah kerjasama oleh rekanan penyedia barang yang dapat dipercaya.

Dikatakanya bahwa kenapa dikelola oleh rekanan, karena bertjuan untuk menghindari rekanan kerjasama dengan kepala sekolah membelajakan barang yang tidak sesuai dengan spesipikasi seperti merek tidak sesuai isi dalamnya.

Mengenai hubungan antara rekanan dengan pihak Dinas Pendidikan Takalar tidak ada hubungannya dalam hal kerjasama, persoalannya jika dikemudian hari ada masalah maka sama sama dipertanggungjawabkan. Kata Kabid Dikdas Ramahdi.

(Red).

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *