Carut Marut Sistem Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Oleh Maggarisi Saiyye Pemimpin Umum Media Online Topikterkini.id, Menurunkan Laporannya Secara Bersambung

  • Whatsapp

Setiap Kali Salur di Beberapa Pengecer, Ditemukan BPNT di Terima KPM Tidak Pernah Mematuhi Ketentuan Kementerian Sosial (1)

Niat suci presiden Ir.H.Joko Widodo melaluli kementerian sosial menurunkan bantuan pangan non tunai (BPNT) setiap bulannya kepada masyarakat miskin deseluruh wilayah republik indonesia, tentu adalah selain untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari masyarakat juga demi pemenuhan nutrisi atau gizi yang merupakan substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, agar niat suci pemerintah tersebut betul-betul berdaya guna alias tidak sia-sia.

Namun niat suci pemerintah tersebut masih sangat jauh dari harapan

Tetapi kalau pengecer yang jujur, maka dipastikan bisa memberikan yang terbaik kepada KPM karena pemerintah pusat melalui kementerian sosial sejak BPNT salur, sejak itu pula memberikan contoh/pedoman umum kualitas yang harus diterima KPM seperti dibawah ini

Tetapi kenyataan dilapangan setiap kali salur, contoh tersebut belum menjadi perhatian serius untuk bisa dilaksanakan para pengecer kecuali pedoman umum program sembako tertukar dengan yang rendah nutrisi/gizi

Persoalannya upaya mengeruk keuntungan dari bantuan tersebut, ibaratnya penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan, akibatnya BPNT salur dari pengecer kepada KPM masih jauh dibawah standar

Cerita diatas bukan kata tanpa fakta,
ditemukan dibeberapa daerah disulawesi selatan di masing-masing tempat salur, sembako yang diterima KPM tidak pernah memenuhi standard nutrisi/gizi, berikut nilainya maksimal Rp150rb, dari Rp200rb yang ditetapkan kementerian sosial, bersambung

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *