Carut Marut Sistem Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Oleh Maggarisi Saiyye Pemimpin Umum Media OnLine Topikterkini.id, Menurunkan Laporannya Secara Bersambung

  • Whatsapp

Kementerian Sosial Menetapkan BPNT Rp200rb Kepada per KPM, Tetapi Dilapangan Salur Tidak Lebih Dari Rp150rb (2)

Betapa tidak kalau beras 10 kg, telor 1 rak ditambah buah apel 5 biji, kentang 5 biji dan labu siam 5 biji kalau dirupiahkan tidak lebih dari Rp150rb

Padahal Rp200rb yang ditetapkan pemerintah melalui kementerian sosial harusnya ditukar dengan sembako kepada KPM untuk pemenuhan kebutuhan sehari-harinya serta bisa memenuhi gizi bersama keluarganya

Namun kenyataan dilapangan selalu saja bertentangan dengan yang dipersyaratkan kementerian sosial, misalnya beras, walaupun tidak perna kurang dari 10 kg, tetapi kualitasnya kerap kali ditemukan tidak sesuai standar bahkan dilayar televisi baru-baru ini ditayangkan selain berkutu juga warna berasnya sudah kekuning-kuningan atau sudah tidak layak lagi dikonsumsi manusia

Demikian halnya telor kalau stok lama dipedagang, biasanya sudah ada yang membusuk sehingga dalam satu rak, antara satu sampai dua butir tidak utuh lagi tetapi bagi pengecer terkesan tidak ada urusan

Sama dengan buah-buahan, apel misalnya ditambah sayur berupa labu siam dan kentang kebanyakan sudah tak layak konsumsi yang menurut sebagian KPM adalah sebagai upaya pengecer mengeruk keuntungan besar

Bisa dibayangkan betapa besar uang negara yang raib diluar sasaran kalau sampai selisih Rp50rb per KPM dari 30.000 atau 40.000 jumlah KPM dalam satu daerah, apalagi daerah yang jumlah KPMnya mencapai 50.000 apalagi 60.000 KPMnya seperti kabupaten gowa

Tetapi apa hendak dikata kecuali KPM pasrah saja menerima apa adanya dari pada tidak ada, lebih baik ada, begitu kata yang kerap kali keluar dari mulut sebagian KPM

Melihat faktanya dilapangan, kiranya menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak yang berkompeten untuk mendorong pengecer melakukan perbaikan sekaligus memaksimalkan jumlah dan kualitas bantuan demi pemenuhan nutrisi para KPM sebagai tujuan utama program pemerintah menurunkan banyak uang, bersambung

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *