Carut Marut Sistem Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Oleh Maggarisi Saiyye Pemimpin Umum Media Online Topikterkini.id, Menurunkan Laporannya Secara Bersambung (3)

  • Whatsapp

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Walau Tidak Keberatan, Tetapi Dengan Kasat Mata Terlihat Setiap Bulannya Nilai BPNT Diberikan Maksimal Rp155rb dari Rp200rb

Dihitung dari, 10 kg beras Rp80rb, 1 rak telur Rp.45rb, buah appel 5 biji Rp20rb kentang 5 biji Rp5rb dan labu siam 5 biji Rp5rb total Rp155rb

Sehingga seharusnya aparat penegak hukum, polres atau kejaksaan berkenan memberikan perhatian seperlunya sebagai upaya menyelamatkan kemungkinan kerugian keuangan negara

Persoalannya, uang besar berpeluang raib diluar sasaran setiap bulannya bisa mencapai angka Rp702.900.000,- dikali 12 bulan total Rp8.434.800.000,- setahun

Perhitungan diatas bukan tidak beralasan dari jumlah KPM di takalar mencapai 15.620 dikali Rp45rb selisih BLT yang tidak terbagi

Belum lagi kualitas yang tidak pernah memenuhi nutrisi/gizi

Padahal tujuan pemerintah menurunkan uang besar itu adalah selain memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat miskin juga untuk pemenuhan gizi sebagai upaya kesehatan masyarakat tetap terjaga

Sumber Topikterkini.id menyebutkan bahwa poses carut marut pembagian BLT ditakalar, bukan tidak diketahui koordinator daerah, ZAINUDDIN sehingga seyogianya berusaha mendorong para pengecer untuk pembagian BLT hendaknya diperbaiki/disempurnakan sekaligus dengan yang memenuhi nutrisi

Tetapi yang terjadi, justeru koordinator daerah lebih memilih diam walau Topikterkini.id baru-baru ini berusaha melakukan konfirmasi via whatAppnya

(bersambung)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *