Bupati Terus Berupaya memperbaiki Pelayanan, Tetapi Sekretaris Daerah Kerap Kali Menyakitkan

  • Whatsapp

TOPIKTERKINI.ID – TAKALAR | Saat H.Arsyad di wacanakan menjadi sekretaris daerah kabupaten takalar setahun silam, seorang warga kabupaten gowa di warung kopi antik depan sudut kanan balla lompoa sungguminasa mengatakan, bahwa kalau Arsyad nanti betul jadi sekretaris daerah di takalar, maka bagi yang biasa tersenyum gembira dengan pelayanan sekretaris daerah tahun-tahun sebelumnya, maka dipastikan akan mengenang kebiasaannya bahkan terhadap orang yang punya harga diri, akan menangis menjerit

Alasannya adalah, H.Arsyad katanya saat bertugas di kantor bupati gowa dia dikenal sosok manusia yang kurang punya rasa dan hati terhadap sesamanya, kerap kali tidak menghargai, tidak sama dengan pejabat lain, menyadari bahwa ASN sebagai pembantu bupati, tidak harus mem-beda-bedakan pelayanan, baik itu sesama ASN, LSM, wartawan terlebih kepada rakyat

Walau perkataan warga gowa saat itu kurang dipercaya, tetapi ternyata tidak meleset atau 100 persen benar, H.Arsyad selama mengemban tugas sebagai orang nomor 3 ditakalar, selama itu juga sering kali membuat orang menjerit atau sakit hati
Padahal pada prinsipnya seorang pejabat terlebih dengan sekretaris daerah wajib hukumnya memberikan pelayanan tanpa mem-beda-bedakan, tetapi semua itu H.Arsyad tidak mampu melakukan

Sumber Topikterkini.id kepada Hasdar Sikki mengatakan bahwa selama H.Arsyad menjadi sekretaris daerah kabupaten takalar, pelayanannya kerap kali menyakitkan, sudah lama dirasakan banyak pihak, bahkan terhadap wartawan pun mengalami nasib yang sama

Beberapa wartawan mengeluh terhadap pelayanan yang diterapkan H.Arsyad, namun tak dapat dikonfirmasi penyebab dan tujuan mempersulit pelayanan bertentangan dengan keinginan bupati, H.Syamsari berusaha semakin memperbaki pelayanan

Pemimpin redaksi media online Topikterkini.id, Hasdsr Sikki mengalami buruknya pelayanan H.Asrsyad ketika bermaksud mencari tau dari keluhan banyak pihak, kamis 15/06 ternyata benar, walau merupakan kali ketiga ditunggu diluar ruang kerjanya, tetapi begitu H. Arsyad datang, bukannya berbaik hati tetapi begitu bibirnya ringan bergerak keluar dari mulutnya tak menerima tamu, ibarat seperti manusia yang tidak punya rasa dan tidak punya hati

Jauh berbeda antara langit dan bumi dengan keinginan bupati, H.Syamsari Kitta, setiap ada kesempatan, setiap kali juga memperingatkan kepada semua aparatnya untuk wajib memberikan pelayanan yang baik kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan

Tetapi sekretairs daerah sebagai pembantu bupati justeru kerap kali menyakitkan, tidak sadar bahwa berbuat kebajikan didunia, selain dipuji sesama, juga dipastikan akan menjadi pahala yang tak putus-putusnya di sisi Allah SWT, kata saya Hasdar Sikki

Sementara dunia ini ìbarat tak selebar daun kelor, begitu angin menerpa, sudah jatuh berantakan
Seperti dunia ini hanya menjadi tempat sementara, kecuali hari akhirat nanti menjadi tempat yang kekal dan menjadi tempat mempertanggujawabkan perbuatan buruk di dunia dan tempat menerima pahala dari perbuatan baik

Namun saya (Hasdar Sikki) menilai H.Arsyad tak pernah berpikir kearah itu, kecuali hanya dunia semata, bisa dibayangkan ketika berusaha mengajak dengan tutur kata yang santun untuk dikonfirmasi sejenak kamis 15/06 tetapi mantan ketua bappeda gowa yang dicopot oleh bupati, H.Ichsan Yasin Limpo kala itu, tidak ada urusan kecuali berlalu menuju ruang kerjanya

Begitu pancaran yang kelihatan diwajah warga jalan swadaya sungguminasa kabupaten gowa ini, tidak menghargai sesama hambah Allah SWT, mungkin dia stres memikirkan penyakit jantungannya yang tak kunjung normal, sementara posisi orang ketiga di takalar yang bakal ditinggalkan terbilang empuk dan segalanya bisa jadi

Tertanda, Hasdar Sikki, bersambung

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *