Buka PKBM Diluar Kecamatan, Abdul Hafid Disinyalir Sengaja Ajangbisniskan Uang Negara

  • Whatsapp

JENEPONTO, PETIRNEWS.INFO – Drs Abdul Hafid disinyalir membisniskan uang negara, seiring diduga dia dinilai sengaja mendirikan atau membuka PKBM Diluar wilayah Kecamatan, yakni di Kecamatan Bangkala, Bangkala barat, dengan indikasi sebagai lahan bisnisnya.

Hal ini patut diduga kuat sebagai lahan bisnisnya, karena Abdul Hafid tinggal di wilayah Kec. Tamalatea Kab Jeneponto SulSel, sementara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dia buka wilayah Kecamatan Bangkala dan Bangkala barat.

Kegiatan belajar Keaksaraan binaannya yang diakuinya sebanyak 15 kelompok PKBM yang tersebar dibeberapa Desa disinyalir tidak berjalan dengan lancar sesuai harapan atau diduga ada yang piktif alias direkayasanya.

Abdul Hafid patut dicurigai merekayasa atau membuat piktif PKBM, sebab saat dikonfirmasi disalah satu rumah warga di Birangloe, tak satupun Ketua PKBM binaannya sebagai penyelenggara yang mampu dia sebutkan namanya, kecuali nama Tutornya saja yang mampu dia sebutkan, dengan berkaca di HP-nya. Selasa, 12 Januari 2021.

Selain itu, juga diduga kuat melakukan pembuatan pelaporan piktif alias direkayasanya, bahwa kegiatan belajar Keaksaraan binaannya dianggapnya selesai atau dianggarkannya sudah rampung pada Desember 2020, padahal kegiatan baru berjalan sebulan, karena kegiatan tersebut, baru dia mulai pada Minggu ke 2 bulan November 2020.

Hal itu dapat tergambarkan dengan jelas, seiring adanya pengakuan dari beberapa Tutornya, ketika ditemui oleh rekan Media ini di kediamannya masing masing, mereka pada mengaku sudah memasukkan laporan selesai atau rampung pembelajaran, pada tanggal, 15 Desember 2020 kemarin. Kamis, 21 Januari 2021.

Karena sudah dilaporkannya, bahwa kegiatan belajar Keaksaraan sudah dilaporkannya dianggarkannya sudah selesai tamat dan pembelajaran masih mereka lanjutkan hingga bulan Maret tahun ini, maka Abd. Hafid diduga kuat sengaja membuat Laporan rekayasa untuk mengelabui masyarakat dan membohongi pemerintah pusat.

Konon, seharusnya kegiatan belajar Keaksaraan itu, mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2020, supaya tepat cukup jam sebanyak, 114 jam selama 6 bulan berjalan, yakni mulai berjalan pada bulan Juli hingga Desember, untuk masyarakat belajar dinyatakan tamat tahun itu juga, bukan tamat dulu ditahun 2020, lanjut belajar hingga tahun 2021.

Selain itu juga mencurigakan, karena jikalau keberadaan lembaga PKBM di suatu tempat seharusnya diketahui oleh kepala wilayah kelurahan atau Kades setempat, maka keberadaan PKBM di wilayah Kelurahan Bulu Jaya, Lurah, Rudi Hartono S.IP saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, tidak mengetahui dimana tempat PKBM di wilayahnya, kecuali ada salah satu Kepala Dusunnya mengaku pernah mengumpulkan KK, namun hingga saat ini belum juga ada realisasi.

Terkait hal itu, Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Dikbud Kab Jeneponto, Dra. Hj. Nurhayati MM saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, dirinya selalu menyarankan, agar setiap Ketua PKBM, selalu bekerja sama, diketahui oleh pemerintah setempat, Lurah/Desa.

(S. Awing).

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *