Bolak Balik Mau Melapor ke Polsek Polombangkeng Selatan, Tetapi Tidak Ditanggapi

  • Whatsapp

Takalar Topikterki.id, Abd.Kadir Dg.Tula, 40 tahun, dahulu bertempat tinggal di Dusun Bontocamba Desa Cakura Kecamatan Polombangkeng Selatan, sekarang di Lingkungkungan Bontomate’ne Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar, mengaku akhir-akhir ini bolak-balik ke polsek polombangkeng selatan bermaksud mau melapor peristiwa yang menimpanya tetapi tak diterima
Padahal peristiwa yang menimpanya kalau tidak cepat diantisipasi biasanya berpeluang menciptakan bentrokan fisik hingga pertumpahan darah

Persoalannya tanah miliknya yang terletak di dusun bontomaka desa cakura kecamatan polombangkeng selatan kabupaten takalar sulawesi selatan, sudah berulang kali ingin dikuasai oleh Baso Dg.Lalang warga dusun cakura desa cakura dengan cara membabat popohonan kayu yang ada diatasnya dan melakukan pembakaran sehingga bukan hanya popohonan kayu yang rusak, tetapi juga pohon pisang, namun laporannya ke polsek setempat tak ditanggapi

Baru-baru ini kepada Topikterkini.id Abd.Kadir Dg.Tula mengaku jatuh ketimpa tangga lagi, betapa tidak karena beberapa hari lalu kembali mengaku bolak-balik ke polsek polombangkeng selatan bermaksud melaporkan peristiwa penrusakan popohonan kayu diatas tanah miliknya tetapi pihak polsek menolak menerima laporan dengan berbagai macam alasan

Aksi penrusakan berikut pembakaran katanya diketahui terjadi pada tanggal 11 bulan oktober dan pelakunya diketahui bernama Baso Dg.Lalang bertempat tinggal di dusun cakura desa cakura kecamatan polombangkeng selatan

Tetapi sebagai upaya menghindari pertengkaran yang berpeluang menciptakan bentrok fisik hingga pertumpahan darah, Abd.Kadir bersama segenab keluarganya memilih menahan diri dan berusaha menempuh jalur hukum dengan cara melaporkan kepada polsek polombangkeng selatan untuk mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya
Namun Abd.Kadir Dg.Tula sangat menyayangkan karena berulang-ulang kali melaporkan, pertama katanya pada jumat 23 Oktober 2020, kedua senin 26/10 dan ketiga senin tanggal 3 nopember 2020 namun pihak polsek polombangkeng delatan, terkesan tidak dipercaya netralitasnya

Padahal Abd.Kadir Dg.Tula mengaku kalau tanah kebun tersebut dikuasai selama neneknya, Kanji Dg.Nojeng masih hidup hingga kepada ayahnya, Kuling Dg.Bali hingga meninggal tahun 2001, negara melalui kantor perpajakan dari tahun 1973 sampai sekarang sudah menetapkan pihaknya sebagai wajib bayar pajak bumi dan tidak pernah berpindah tangan

Tanah/kebun kata Abd.Kadir luas 3.010 meter berbatas dengan ;

Sebelah utara : Si’ru Dg.Losi
Sebelah timur : H.Salle
Sebelah selatan : Hj.Ati
Sebelah barat : Samida Dg.Kaca

Karena laporannya tidak ditanggapi pihak polsek polombangkeng selatan, kata Abd.Kadir, membuat terduga pelaku, semakin berani mencoba menguasai tanahnya, terbukti pada 12/11 ketika Abd.Kadir mendatangi mengecek tanahnya, empat sudut sudah terpancang patok

Menurut Abd.Kadir bahwa 4 patok tersebut yang terpancang di empat sudut sudah merupakan bukti kuat keinginan pelaku menguasai tanahnya, semoga pihak polsek yang beberapa kali dilapori, mau menyikapi sebagai upaya mengantisipasi bentrokan fisik

Kapolsek polombangkeng selatan, AKP Zeim Arman yang ditemui duruang kerjanya baru-baru ini menyarankan agar pemilik tanah tidak melapor
Sedangkan Bhabinkamtibmas setempat, Agus tidak setuju Abd.Kadir melapor karena terlapor juga mengakui obyek tersebut miliknya dan katanya mau juga melapor ke Polres

Ironis memang bagi warga yang mencari perlindungan di polsek polombangkeng selatan, terbukti hari ini 26/11-2020 saat Abd.Kadir memulai menggarap tananahnya di musim tanam tahun ini, Abd.Kadir mengaku Baso Dg.Lalang bersama Dg.Rannu mendatangi di lokasi sekaligus melarang menggarap, sementara Syamsuddin anggota polsek polombangkeng selatan mengarahkan Abd.Kadir ke kantor desa cakura, ditunggu Kepala Desa mengambil sikap
(Red)

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *