Beragam Kalangan dan Profesi, Sorot Sikap, Perilaku dan Statement Camat Pallangga

  • Whatsapp

Gowa Topikterkini.id, Diwarung kopi dibilangan sungguminasa kabupaten gowa oleh beragam kalangan dan profesi baru- baru ini ribut membicarakan sikap dan perilaku camat pallangga, Taufik Akib.

Persoalannya terhadap masalah sepele saja tetapi kategori publik figur masih sering dipusaran kontroversi tak sudih mengalah

Padahal bagi seorang publik figur alias pejabat top sebuah wilayah terkecilpun, mustahil dapat terhindar dengan tatapan mata tajam memandang, tetapi walau demikian hendaknya tetap memberikan yang terbaik kepada semua elemen masyarakat termasuk pekerja jurnalis alias wartawan

Seperti yang dialami Anwar Lasilu seorang wartawan yang merangkap sebagai agen surat kabar Daulat Rakyat baru-baru ini seharusnya tak pantas mendapat perlakuan kasar dari seorang camat karena Anwar hanya sebatas menagih pembayaran surat kabar Daulat Rakyat yang diakuinya kerap kali diantar sebagai langganan kantor camat pallangga, bukan langganan camat

Namun yang dirasakan Anwar bukannya menerima pembayaran, melainkan kata-kata kasar dari mulut sang penguasa wilayah kecamatan mengaku tak berlangganan surat kabar Daulat Rakyat

Jika sang camat tak mengakui berlangganan surat kabar dan enggan mengeluarkan uang recehan dari sakunya, kata Anwar, seyogianya harus dengan kata-kata layaknya seorang pemimpin menjadi contoh untuk semua kalangan terlebih kepada wartawan sebagai mitra kerja pemerintah

Masalah sepele dan kecil yang di lontarkan, menjadi statement seorang pejabat publik(Camat Pallangga) versus Wartawan tugas ganda pengembangan pemasaran surat kabar sekaligur penagih, Anwar Lasilu ketika itu tidak nyambung berbeda versi masing- masing tegak dan berdiri egonya tanpa solusi, ujar activis, bahkan dedengkot LSM, Syawaluddin Daeng Rala.

Oleh karena itu Taufik Akib saat ini
dipusaran kontroversi masalah sepele penilaian berbagai kalangan, tokoh dan profesi baik aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM), Jurnalis hingga masyarakat awam.

Menurutnya, dua kutub yang berbeda kiblat tanpa mencari kambing hitam, duduk bersanding mengkomunikasikan dengan baik, saling memahami tanpa mengeluarkan statement masing-masing yang ego dan tak dewasa yang bisa menimbulkan tanggapan, bahkan reaksi berbeda, negatif-positif seperti sekarang kata Daeng Rala.

Sementara Drs.AM.Sukardi Tahir Jurnalis Senior yang juga Pemp Umum/Redaksi Mingguan Media Aktual & Oneline Medial.Com menyayangkan kejadian perdebatan langganan dan tidak langganan koran, siapa pesan- suruh dan tidak menyebut koran harian pembandingan terlebih mengatakan, “koran harian Fajar saja tidak mau berlangganan,” kalau betul ungkapan Pak Anwar Lasilu menirukan Camat Pallangga.
Menurutnya, tak butuh dan perlu dalih yang tak berhubungan dan panjang hingga menyebutkan media lain terlebih media Harian Fajar Group.

Masalahnya seperti ini cuma mengelak dan menghindari pembayaran koran meskipun itu tidak seberapa kalau enggan di sebut uang recehan.

Jadi, idealnya terkait pembayaran langganan surat kabar untuk pemimpin yang baik dan bijaksana sepatutnya menyampaikan saja kepada Wartawan yang merangkap pengemban dan penagih,” belum ada uang, sabar menunggu dan tak lagi kembali ke awal siapa pesan dan suruh padahal sudah jalan bulan kedua,itu “solusi dan saling memahami, singkirkan ego masing-masing baik Wartawan maupun sebagai pejabat publik selaku Kep.Wil.Kecamatan, ungkapnya.

Lain pula tanggapan activis LSM & Organisator Muhammadiyah, Arifin Idris, SH mengatakan, sepanjang itu Wartawan dan activis LSM mengacu, berkiblat dan menjalankan Peraturan Perundang-Undangan kata Daeng Ngiri sapaan akrab Ust, Arifin Idris, ” tidak perlu dan bimbang, maju terus pantang mundur,” kecuali ada pelanggaran dari segala sudut pandang utamanya versi hukum.

Kalau demikian lanjut Daeng Ngiri, Oknum Camat Pallangga ini yang tak berwawasan dan apatis terhadap mitra kerjanya antara Pers, Pemerintah dan Masyarakat.
Artinya, masalah langganan sebuah koran terlebih terbitan di Daerah berjuluk,” Gowa Bersejarah tanpa keinginan mengembangkan dan membesarkan di wilayahnya seperti penolakan dan keengganan membayar Camat Pallangga hingga jadi perdebatan dengan Wartawan sekalian pengantarnya, Anwar Lasilu.

Daeng Ngiri menyesalkan dua pihak yang berseteru hanya masalah,langganan
tidak langganan dan siapa pesan dan suruh?”Tidak perlu kembali telusur kalau paham bermitra pers dan selaku pejabat publik di wilayah ungkapnya menyesalkan kecuali datang main palak dan gertak terlebih mengancam baru dimasalahkan timpal aktivis lain, Baharuddin Sarro, S.Pd, MM.
Daeng Sarro yang mantan legislator mengatakan, semestinya masalah yang jadi melebar dalam perbincangan publik lantaran keduanya figur publik baik Wartawan maupun, bahkan terlebih Camat Pallangga kendatipun ini cuma masalah kecil yang tidak saling memahami kecuali mengedepankan ego?.
Menurutnya, carilah solusi, saling memahami sebagai mitra kerja dan berangkulan membangun bersama sama sesuai peran, tugas pokok dan fungsi(,tupoksi).
Seorang Tokoh Masyarakat, Syamsuddin Daeng Ngawing, turut menyayangkan kejadian berhadap-hadapan antar Wartawan dengan pejabat, Camat Pallangga padahal cuma soal sepele dan akhiri kemelut dan kembali berangkulan mesrah, apalagi sebagai mitra kerja, tak saling mengintip-mengintai dan merasa so`suci dan bersih, ujar Daeng Ngawing yang diaamiini, DR.H.Muchtar Pemerhati Sosial dan DR.M Sabir Alwy seorang Dosen Unhas Makassar.

Sementara Wartawan Media Cetak dan Oneline, Maggarisi Saiyye Daeng Nyau yang juga Ketua PWI Kabupaten Takakar mendengar dan mengetahui kejadian yang memalukan di publik perdebatan dan perseteruan Wartawan dan Camat Pallangga, cuma soal sepele, langganan dan tidak serta siapa pesan, dalih anak ingusan dan isu murahan, apalagi ada dan tampak koran yang turut di lihat dan disaksikan Sekretaris Camat, aku Anwar Lasilu.
Cuma memang kalau Camat Pallangga enggan merogoh kantong recehan pembayaran koran, itu masalahnya.

Bukan sedikit-banyaknya nominal harga koran, tapi kemauan membangun kemitraan dan persahabatan via bisniss usaha, jelas Ketua PWI, Maggarisi Saiyye Daeng Nyau,semoga. (Anwar/Omank)- (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *