Bendahara Tak Berdayakan Kepseknya, Korwil Tidak Setuju Dan Berjanji Menegurnya

  • Whatsapp
Bendahara Tak Berdayakan Kepseknya, Korwil Tidak Setuju Dan Berjanji Menegurnya

TAKALAR, TOPIKTERKINI.ID – Tindakan yang dipertontonkan oleh Bendahara BOS SDN 43 Mannongkoki 1 Kec. Polongbangkeng utara Kab. Takalar Sulsel, Abd. Gani dengan arogan tidak menghargai hak dan kewenangan Kepseknya sebagai pucuk pimpinan penentu kebijakan, adalah sikap yang dinilai tidak terpuji.

Pucuk pimpinan di suatu instasi pemerintah maupun di perusahaan swasta, adalah sosok penentu kebijakan yang berkewenangan sepenuhnya, dalam mengatur segala sistem pembangunan di wilayah kerjanya, sesuai dengan pedoman juknis yang dimilikinya.

Nampak Kepsek di sekolah ini tidak bisa berbuat apa apa dalam hal pengelolaan dana Biaya Operasional Sekolah, karena semuanya diakomudir oleh guru bantu Abd. Gani selaku Bendahara Bos.

Diketahui ada sebanyak 100 lebih jumlah siswa di sekolah ini dengan jumlah dana Bos yang diterimanya per triwulan sebesar kurang lebih 18 juta, namun bendahara menguluh kekurangan dana yang diterimanya.

“Dana Bantuan Operasional Sekolah yang saya terima tidak pernah mencukupi pendanaan kegiatan di sekolah ini”. Kata Bendahara Bos Abd. Gani.

Kepsek Hj. Norma, S. Pd, di hadapan guru bantunya tidak bisa berkutik seperti tidak ada nilai selaku kepala sekolah, dibuat oleh guru bantunya Abd. Gani yang nampak arogan, pasang badan mengambil alih kebijakan dan kewenangan Kepsek dalam hal pengelolaan dana Biaya Operasional sekolahnya.

Pengawas wilayah gugus 7 Abd. Karim yang ditemui di ruang kerjanya menegaskan, bahwa tidak ada alasan dan sangat tidak masuk akal jika dana Bos yang diterimanya tidak cukup karena pembiayaan berdasarkan dengan RKAAS, dan RKAS. Jelasnya.

Sementara Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Polongbangkeng Utara, yang juga ditemui di ruang kerjanya rabu 6/11/2019 sangat merespon, dan berjanji dalam waktu dekat mendatangi SDN No. 43 Manongkoki 1 menegur melakukan pembinaan terhadap kepsek dan rekan guru bantu yang dianggap tidak harmonis Kepseknya.

(Hamzar Siriwa).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *