Bendahara Su’rulangi Diduga Keras ‘Korupsi’ ADD/DD

  • Whatsapp
ilustrasi.int

TAKALAR, TOPIKterkini.id – Terkait masalah kultivasi atau pengerjaan fisik dan penggajian perangkat Desa Su’rulangi Kecamatan Polsel

Pengerjaan fisik tersebut diduga keras penuh dengan rekayasa alias fiktif dan mark-up anggaran

Disinyalir kuat hal itu dilakukan oleh Bendahara Desa Su’rulangi, Nur’Alam.

Hal itu dapat tergambarkan dengan jelas, seiring adanya penjelasan sumber yang layak dipercaya

Bahwa nyaris semua penggunaan ADD/DD, boleh dikata tidak ada yang tepat sasaran peruntukan penggunaannya.

Contohnya saja kata Sumber, bahwa salah satu pengerjaan jalan Tani 2019 di lokasi Tipecera yang volumenya sesuai RAB sepanjang 200 meter, dimark-upnya menjadi 400 meter

Sehingga indikasi mark-upnya 200 meter apalagi kata sumber, realisasi volume pengerjaan paling tinggi 160 meter

Demikian juga pengerjaan pemadatan jalan Tani di wilayah Pa’jenekang, di dalam RAB sepanjang 180 meter, hanya kurang lebih 60an meter

Dan juga masalah kegiatan dan penggajian lainnya, diduga syarat mark-up dan bahkan diduga banyak direkayasa alias fiktif.

Kepala Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Baharuddin S.Sos M.Si saat ditemui oleh Tim Investigasi LSM Lembaga Pemberantasan Korupsi di ruang kerjanya membenarkan

Kalau dia juga menerima banyak laporan warga Desa Su’rulangi, terkait dugaan penggunaan dana ADD dan DD dinilai tidak sesuai pisik.

“Saya juga selaku Camat banyak menerima laporan dari warga Desa Su’rulangi bahwa terkait penggunaan dana ADD dan DD dinilai tidak sesuai dengan peruntukannya atau tidak sesuai dengan fakta fisik hasil perkerjaannya”. ungkapnya. Rabu, (12/6/2019)

Di waktu yang sama, Bendahara Desa Su’rulangi, Nur’Alam yang juga berhasil ditemui di rumah kediamannya di Dusun Pa’jenekang

Terkait masalah pengerjaan fisik dan kegiatan lain di lapangan, dia mengaku tidak tahu menahu kecuali masing masing pekerjanya.

“Kalau masalah pengerjaan fisik di lapangan dan atau kegiatan lainnya, silakan tanyakan kepada PPKnya masing masing atau Ketua panitia kegiatan karena saya hanya sekedar memberikan saja dananya”katanya.

Sekaitan dengan itu, Ketua LSM Lembaga Laskar Pemberantasan Korupsi, Syamsuddin yang juga menilai

Ia menduga adanya ketidak sesuaian antara volume pengerjaan fisik dan anggarannya

Maka pihaknya setuju akan melaporkan ke pihak berwajib, untuk ditindaklanjutinya.

Selanjutnya, Ketua Tim Investigasi Lembaga Laskar Pemberantasan korupsi, Hasbi Liwang kepada Sumber memaparkan

Bahwa untuk lebih meyakinkan dan lebih menguatkan laporan ke pihak penegak hukum, diperlukan adanya bukti bukti yang detail kuat.

Sejalan dengan itu, sumberpun bersedia akan mengumpulkan atau segera merampungkan bukti bukti yang dibutuhkan sebagai bahan kuat dalam pelaporan.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan segera saya rampungkan bukti bukti indikasi pelanggaran yang dinilai kuat untuk bahan pelaporan LSM Lembaga Laskar Pemberantasan korupsi ini” janji Sumber yang tak ingin tersapa namanya.

(Tim)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *