Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Gowa Tahun 2020, diperkirakan mencapai Rp57M lebih, Tidak Tepat Sasaran, Mahasiswa Menuntut Syamauddin Bidol Mundur Dari Jabatannya

  • Whatsapp

Gowa Topikterkini.id, Bisa dibayangkan betapa besar BPNT raib diluar sasaran kalau hanya sekitar Rp140rb apalagi hanya nilai Rp110rb yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulannya
Persoalannya adalah besaran anggaran bantuan pangan non tunai (BPNT) yang ditetapkan kementerian sosial adalah
Rp200rb per KPM
Sumber Topikterkini.id menghitung kalau nilai BPNT dibagikan kepada KPM hanya Rp140rb, terdapat Rp60rb tidak tepat sasaran dikali 60.000 KPM mencapai angka Rp3,6M setiap bulan dikali 12 bulan mencapai Rp43.200.000.000,- setahun saja

Belum lagi dengan puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya persatuan parlemen jalanan (PPJ) saat melakukan unjuk rasa didepan kantor bupati gowa pada hari jumat 5/2, semakin memperkuat besarnya penyelewengan kuangan BPNT, bukan lagi Rp43.200.000.000,- tetapi lebih mencapai Rp57.600.000.000,- setahun 2020 saja
Sehingga tidak salah jika sumber Topikterkini.id memperkirakan BPNT di Gowa tahun 2020 mencapai angka Rp57M lebih tidak tepat sasaran

Betapa tidak koordinator lapangan pengungjuk rasa, ISMA INDRA, merinci seperti dibawah ini ;
Untuk januari-maret, KPM katanya hanya diberikan 10 kg beras, daging ayam seberat 4-6 ons, telur ayam 5 butir hitung-hitung harganya tidak lebih dari Rp110rb dari anggaran yang ditetapkan kementerian sosial Rp200rb sehingga selisih Rp90rb dikali 60.000 KPM selama tiga bulan mencapai angka Rp16.200.000.000,-

Berikutnya April-September di tahun itu kata pengungjuk rasa, KPM mendapatkan 10 kg beras, 30 butir telur walau tidak banyak yang busuk harganya tidak lebih dari Rp120rb atau selisih Rp80rb dikali 60.000 KPM selama 6 bulan total
Rp28.800.000.000,-

Kemasan bansos bulan itu berbaur ikan 4 kaleng seberat 153-180 gram yang juga di nilai pengunjuk rasa tidak layak konsumsi.
Dan pada bulan oktober sampai desember 2020 kata pengungjuk rasa lagi, KPM menerima 10kg beras, telur 30 butir dan appel 5 biji harganya maksimal Rp130rb atau selisih Rp70rb dikali 60.000 KPM selama tiga bulan mencapai angka
Rp12.600.000.000,- samadengan total uang rakyat satu tahun 2020 tidak sampai ke masyarakat yang berhak menerima masing-masing ;

Januari-maretRp16.200.000.000,-
April-sep Rp28.800.000.000,- dan
Oktober-des Rp12.600.000.000,-
Total Rp57.600.000.000,-setahun

Bukan hanya itu kata pengunjuk rasa tetapi banyak ketimpangan dalam penyaluran BPNT termasuk soal Surat Keputusan(SK) Plt.Koorda BPNT diangkat kepala dinas sosial, sementara koodinator daerah yang ditetapkan kementerian sosial diberhentikan kepala dinas, namun koordinator BPNT yang ditetapkan kementerian sosial tak berkutik melihat ambisi kepala dinas sosial

Tetapi sayangnya karena Syamsuddin Bidol saat ingin dikonfirmasi usai unjuk rasa, tidak mau menerima wartawan, alasannya sudah siap kemasjid

Walau wartawan hanya minta waktu 5 menit, Syamsuddin Bidol sebagai pembantu Bupati, tetap menolak alias no coment (Red)

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *