Antisipasi Penyebaran covid-19, Bupati Takalar, Minta Shalat Idhul Fitri Dirumah Saja Masing-masing

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Untuk menjaga kesehatan terus terjamin berikut keselamatan jiwa warga, pemerintah daerah kabupaten takalar 19/05 di ruang gallery kantor bupati, dengan tegas memutuskan pelaksanaan shalat idhul fitri 1441 H dilakukan dirumah saja

Keputusan tersebut adalah berdasarkan hasil rapat yang dipimpin wakil bupati,
H.Achmad Se’re, S.Sos bersama unsur forkopimda, kepala kemenag takalar, ketua MUI, ketua NU dan ketua muhammadiyah takalar

Keputusan ditempuh pemerintah adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 yang saat ini semakin tidak terkendali yakni jumlah pasien positif di takalar kembali bertambah menjadi 6 orang
Dalam rapat disepakati mengikuti arahan pemerintah pusat dan arahan gubernur untuk melanjutkan social dan psycal distancing.
Bupati, Syamsari mengatakan bahwa
tujuannya adalah untuk menghindari perkumpulan massa demi kemaslahatan ummat, yaitu memutus mata rantai penyebaran penyakit covid-19 yang mematikan
Karena agama mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar sehingga arahan untuk sholat bersama keluarga di rumah masing-masing harus didukung bersama
Walau sesungguhnua untuk kali pertama, masyarakat akan melaksanakan shalat idul fitri yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya
Tetapi bupati takalar minta agar warga bersabar dan menahan diri agar tidak melakukan perjalanan silaturahmi kerumah sanak saudara pada hari raya idhul fitri nanti untuk menghindari penyebaran penyakit, karena itu jauh lebih penting dalam agama, kata Syamsari
Menurutnya, menjauhi mudharat harus didahulukan daripada mengambil manfaat, katanya lagi

Demikian juga akan dilakukan orang nomor satu di takalar H. Syamsari S.Pt, MM, untuk tahun ini bersama keluarganya akan melaksanakan shalat idhul fitri dirumahnya sendiri untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang menjadi momok menakutkan bagi seluruh warga di dunia.

Terlebih saat ini katanya, kondisi kabupaten takalar yang semula masuk kategori zona terkendali berubah menjadi zona tidak terkendali setelah adanya tambahan pasien positif covid-19

Bupati mohon kesabaran dan bersama-sama menahan diri untuk tidak keliling ke rumah kerabat dalam rangka silaturahmi dan budaya maaf-maafan dengan berjabat tangan ditiadalan
Allah SWT insya Allah mengetahui niat baik hambanya untuk saling memaafkan

Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *