Anggota DPRD Terpilih, Hendaknya Sama Seperti Saat Membutuhkan Suara, Ingat, Tidak Perlu Ada Pemimpin Jika Masyarakat Harus Repot Mengurusi Dirinya

  • Whatsapp

 

Takalar TOPIKterkini.id. Pasca perhitungan perolehan suara hasil pemilihan calon Anggota DPRD April lalu. sebagian dari yang berhasil meraih suara 1 kursi, sudah mulai menuai sorotan masyarakat. Betapa tidak seperti dikatakan masyarakat, karena hanya terlihat menemui rakyat saat membutuhkan suara, setelah itu bayangannya saja sudah tidak kelihatan, apalagi menampilkan batang hidungnya dimasyarakat. Sangat khawatir kalau sudah dilantik menduduki kursi parlemen semakin menghindari masyarakat
Beberapa masyarakat mengaku menjual suara kepada Calon Anggota DPRD ketika itu tetapi bukan berarti mau ibarat habis manis sepa dibuang tetapi lebih dari menyimpan harapan besar untuk kebutuhannya nanti bisa teratasi lewat tangan dan perhatian dari orang yang pernah dipilih april lalu
Kepada anggota DPRD terpilih katanya hendaknya bisa memahami kebutuhan rakyat bukan sebaliknya, melupakan atau tak menghargai suara yang pernah ia berikan
Masyarakat ingin Anggota DPRD terpilih setelah sudah dilantik jangan sampai baru mau belajar karena bisa saja berdampak fatal. Karena yang sudah pengalaman saja belum tentu bisa mengakomodir kebutuhan rakyat

Selagi masih ada waktu hingga pelantikan, masyarakat minta kepada Anggota DPRD terpilih, dari sekarang perlu belajar untuk memahami tugas dan fungsi seorang Anggota DPRD supaya tidak sia sia perjuangan rakyat
Jangan sampai orientasi hanya mengejar pendapatan karena bisa saja meninbulkan malapetaka bagi rakyat
Ketahuilah bahwa politikus di kursi DPRD dituntut untuk mengayomi rakyat sehingga dipandang perlu Anggota DPRD menghindari perlakukan yang berpeluang menyakiti hati rakyat.
Wajib diingat bahwa walau rakyat menjual suara, pada hakekatnya berharap kedepan bisa mendapat perhatian anggota DPRD.
Jangan setelah sudah berhasil meraih cita cita duduk di kursi pareleman kemudian diam seribu bahasa, jalan jalan pun seperti dulu sudah tidak kelihatan dan walaupun kelihatan senyum saja sulit apalagi tertawa.
Sejumlah masyarakat ingin seorang jangan menjadi politikus sebelum mampu dan cukup dalam urusan keuangan keluarga karena dikhawatirkan gedung DPRD dijadikan panggung politik untuk semata mata mengais rezeki
Pahami dan sadari bahwa sejatinya pemimpin itu adalah penanggung jawab bukan pengecut .
Ingat bahwa pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Tuhan Rabbulalamin, apakah saat memangku jabatan pemimpin, memahami kewajibannya memberikan perhatian kepada masyarakat, baik suka maupun duka
Terlebih dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah demi kehidupannya dimasa datang

Percaya atau tidak kalau seorang non muslim setiap kesempatan ditemui, setiap kali juga mengatakan bahwa tidak perlu ada Pemimpin jika masyarakat yang harus repot mengurusi dirinya, seperti dijeskan diatas bahwa sejatinya Pemimpin itu adalah penanggung jawab, bukan pengecut

Penulis : Hasdar Sikki
Editor : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *