Anggaran Rehabilitasi Gedung SDN Pasuleang II Disinyalir Sebagian Lari Kepada Pelaksana

  • Whatsapp

TAKALAR – TOPIKTERKINI.ID | Rehabilitasi SDN Pasuleang II yang terletak di kelurahan pallantikang kecamatan pattallasang kabupaten takalar dengan anggaran Rp.315 juta, dinilai dikerjakan asal asalan untuk meraup keuntungan lebih oleh kepala sekolah selaku pelaksana

Pasalnya, Penggantian atap 100 persen tanpa mengganti kuda-kuda dan goording nok hanya sebahagian yang diganti ditaksir menghabiskan anggaran tidak sampai Rp.21 juta

Alasannya adalah ukuran panjang pemasangan atap untuk rehabilitasi SD Pasuleang II Kecamatan Pattallassang hanya 26 meter sehingga penggunaan atap depan belakan tidak sampai 100 lembar, sementara harga atap jenis gypsum yang digunakan per lembarnya dipasaran hanya Rp.245.000,-

Sumber Topikterkini.id mengatakan bahwa rehabilitasi gedung SD yang dipimpin Asriani S.Pd menggunakan anggaran Rp.315 juta, selain digunakan untuk mengganti atap juga plafon dengan material Gypsum harga per lembarnya Rp.65 rb kali 3 kelas samadengan 63 lembar dikali Rp.65 rb =Rp4.095.000,-, ditambah rangkanya jenis baja ringan ditaksir Rp.7 juta, Berikut lantai teras dengan volume 2 x 24 meter =48 meter menggunakan keramik 48 dos ukuran 40×40 cm harga Rp.75 rb per dos =Rp.3.600 ribu ditambah cat maksimal Rp.5 juta dan ongkos tukang Rp.25 juta

Sedangkan balok kayu mengganti goording nok yang sudah tidak layak pakai tidak sampai berapa batang yang diganti dengan harga perbatang dipasaran Rp.100 rb atau tidak lebih dari Rp.1 juta

Hasil pantauan Topikterkini.id beberapa hari lalu diketahui bahwa letak SDN Pasuleang tersebut dikelilingi sungai air laut sehingga pada umumnya gedung akan termakan air asin, tetapi untuk memperbanyak keuntungan Kepala Sekolah sebagai pelaksana, tukang atas perintah Asriani S.Pd hanya sebatas menambal sehingga rawan bagian dalam tembok tetap lapuk

Dengan demikian sumber menilai sebagai rezeki nomplok bagi pelaksana dibuktikan dari anggarannya sangatlah besar Rp.315 juta ketimbang penggunaannya hitung-hitung tidak sampai Rp.100 juta

Kepala SDN Pasuleang II, yang berusaha dikonfirmasi, tidak berhasil akibat Pandemi Covid-19 Asriani nyaris tidak pernah kesekolah yang dipimpinnya
Kurang lebih Rp.200 juta oleh sumber menduga mengendap sama pelaksana

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *