Andai Muhammad Irfan Masih Di Jeneponto, Sudah Dipecat

  • Whatsapp

 

Takalar TOPIKterkini.id. Saat bertugas di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto, Muh.Irfan,
diketahui pernah di pidana 1 tahun 2 bulan penjara atas kasus korupsi.

Sumber TOPIKterkini menyebetkan bahwa kasus yang menyeret Irfan dipenjara adalah, perbuatan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dan atau penggelapan dana proyek kegiatan belanja modal Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupatem Jeneponto, konstruksi jaringan air bersih atau pembangunan sumur bor DAK/DAU tahun anggaran 2008 dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 sub pasal 3 yo pasal 8 UU nomor 20 tahun 2001 yo UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pirana korupsi pasal 372 KUHP Pidana

Tetapi mantan narapidana tersebut berhasil diterima pindah ke Takalar dan kini memangku jabatan eselon III sebagai Kepala Bagin ULP Sekretariat Pemerintanh Daerah

Oleh karena itu tak kurang ASN di Takalar menilai Irfan sosok orang hebat.

Persoalannya setiap ASN dimana saja mau pindah tugas, aturannya harus melampirkan keterangan bebas temuan Inspektorat

Tetapi dengan jabatannya kemudian beredar informasi bahwa Irfan terancam dipecat, alasannya adalah sesuai sumber TOPIKterkini mengatakan bahwa 8 ASN rekan Irfan di Jeneponto yang terlibat kasus korupsi, kini semuanya sudah dipecat
Sumber menyebutkan bahwa andainya Irfan masih di Jeneponto, dia juga sudah dipecat

Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, DR.dr.Syafruddin Nurdin M.Kes yang dikonfirmasi wartawan via ponselnya 13/09 mengaku 8 ASN rekan Irfan di Jeneponto yang terlibat kasus korupsi saat ini semuanya sudah dipecat.
Irfan sendiri seandainya masih di Jeneponto katanya juga sudah dipecat

Tetapi karena dia Irfan saat ini bertugas di Takalar maka untuk mematuhi aturan terhadap ASN pelaku korupsi menjadi kewenangan Bupati Takalar

Sehingga untuk sanksi Irfan atas statusnya sebagai mantan narapidana kasus korupsi, Syafruddin mengaku sudah mengirim surat kepada Bupati Takalar berupa pemberitahuan status Irfan

Penulis : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *