Abd.Karim Dg.Bella, Salah Seorang Korban Tambang Galian Golongan C, Milik H.Sineng Dg.Jarung

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Jika tambang galian golongan C, tidak berdekatan dengan rumah penduduk, tentu banyak bermanfaat, selain untuk pembangunan rumah juga untuk nafkah bagi pekerja ditambang itu sendiri

Tetapi jika sudah sangat berdekatan rumah penduduk, maka akan terjadi sebaliknya, walaupun bermanfaat bagi sopir truk dan buruh, namun lebih banyak mudaratnya
Seperti tambang galian golongan C milik H.Seneng Dg.Jarung yang berlokasi di lingkungan Bantinoto II Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polombangkeng Selatan, sudah lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya
Betapa tidak kata sumber karena aktivitas tambang sudah sangat dekat dengan rumah warga tetapi tidak menghiraukan keluhan dan larangan warga setempat, akibatnya rumah milik Karim Dg Bela saat ini sudah terancam ambruk
Sebagai bukti sudah dekatnya aktivitas tambang tersebut, bahkan kamar kecil yang lazim disebt WC yang terbuat dari baru merah, sudah mulai retak-retak dan beberapa pasangan batunya sudah berjatuhan.
Kepeda Topikterkini.id kemarin 21/08 Karim Dg.Bella mengatakan bahwa awal tambang beroperasi, posisinya masih agak jauh dari pemukiman, tetapi lama kelamaan sudah mulai dekat sehingga kini sangat membahayakan warga setempat, sayangnya karena pemerintah setempat terkesan tidak mau pusing

Setelah jarak tambang dengan rumah penduduk sekira 20 meter, nyaris setiap hari diperingatkan agar jangan mengolah sampai merapat dengan pemikiman warga, tetapi peringatannya selalu saja diabaikan, akibatnya beginilah jadinya, rumah milik Karim Dg.Bella dan beberapa rumah lainnya sudah terancam ambruk

Dikatakan Dg.Bella bahwa jika aktivitas tambang tidak dihentikan aparat yang berkompeten, maka beberapa rumah lainnya akan mengalami kecelakaan serupa

Rumah penduduk yang terrancam ambruk akibat aktivitas tambang kata Dg.Bella adalah masing-masing ; rumah milik Dg Bone, Duri Dg Tino, Santa, Hanipa, Haria Dg Memang, Hj Kanang,
Dg Baji, Dg Sikki, Raba Rate, Juma Dg.- Tana, Dg.Tanang, Dg Tayang, Dg Katti, Calle dan beberapa rumah lainnya.

Menurut Dg.Bella bahwa aktivitas tambang jenis batu gung, sudah berjalan 4 tahun sehingga kedalaman galian sudah mencapai 10 meter akibatnya sudah sangat membahayakan rumah penduduk
Awalnya kata Dg.Bella, hanya tanah milik H.Sineng Dg.Jarung yang ditambang, tetapi dari hari kehari semakin meluas kepada tanah milik warga lainnya sehingga saat ini aktivitas tambang tersebut sudan berdekatan atau berbatasan dengan pagar rumah warga

H.Sineng Dg.Jarung yang berusaha dikonfirmasi hingga berita ini terbit, belum berhasil, Hasdar Sikki

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *