• Whatsapp

Soal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Gowa, Semakin Menarik Perhatian dan Ramai di Perbincangkan

Gowa Topikterkini.id, Persoalannya hasil konfirmasi Topikterkini.id kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, terkait Koordinator pendamping BPNT yang diangkat Kemensos RI kemudian diganti dengan Plt yang diangkat Kepala Dinas, juga sembako yang dibagikan setiap bulanya hitung-hitung ; 10 kg beras, telur 1 rak dan buah apel 5 biji tidak sampai
Rp.150rp dari Rp200rb yang ditetapkan Kemensos artinya kurang lebih Rp50rp tidak sampai kepada 60.000 KPM, hasilnya mencapai Rp3M dikali 12 bulan

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, via WhatsAppnya kepada Maggarisi Saiyye Pemimpin Umum Media Online yang juga warga gowa tepatnya di dusun bontolangkasa kecamatan bontonompo,

Syamsuddin Bidol mengucapkan terima kasih atas perhatiannya kepada kabupaten gowa, seraya menulis panjang seperti dibawah ini ;

DALAM PELAKSANAAN PROGRAM SEMBAKO DI KABUPATEN GOWA TAHUN 2020 TELAH BERJALAN SESUAI KEBIJAKAN DARI DIREKTORAT PFM WIL III KEMENSOS RI DAN KEBIJAKAN DARI TIKOR PROGRAM SEMBAKO PROVINSI SUL-SEL.

MENGENAI KORDA PROGRAM SEMBAKO SEBAGAI PEMBANTU TIKOR PROGRAM SEMBAKO DALAM MENJALANKAN PROGRAM SEMBAKO DI KABUPATEN GOWA DAPAT SAYA SAMPAIKAN BAHWA

1. DALAM PELAKSANAAN PROGRAM SEMBAKO DI KAB GOWA TAHUN 2020 *TIDAK ADA KORDA PROGRAM SEMBAKO* YG SECARA NYATA MELAKSANAKAN TUGAS DAN FUNGSI KORDA SEBAGAIMANA MESTINYA.

2. SEPANJANG TAHUN 2020 DINSOS GOWA TIDAK PERNAH MENERIMA *INFORMASI TERTULIS/SURAT* MENGENAI PENUNJUKAN KORDA PROGRAM SEMBAKO UNTUK KAB GOWA TAHUN 2020 DARI DIREKTORAT PFM WILAYAH III KEMENSOS RI.

MENGENAI BESARAN BANTUAN KEPADA KPM PROGRAM SEMBAKO TELAH MELALUI MEKANISME YG DI ATUR DALAM PEDUM DAN KEBIJAKAN DIREKTORAT PFM WIL III KEMENSOS DAN KEBIJAKAN TIKOR PROGRAM SEMBAKO PROV SUL SEL

Ditulis lagi bahwa mengenai KORDA Program Sembako tahun 2020 yg keberadaannya sangat Urgen katanya, maka dgn tidak adanya Korda yg secara nyata melaksanakan tugas dan fungsinya tsb mulai bulan Januari s/d Bulan Juni 2020 maka saya (Syamsuddin B) memperbantukan Peksos dari Penyuluh Sosial Kabupaten Gowa untuk sementara menjalankan tugas dan fungsi Korda Program Sembako di Kab Gowa tahun 2020 dalam membantu kelancaran Tugas Tikor Program Sembako Kab Gowa dan hasilnya semua tamu dari direktorat PFM wil III yg melakukan monitoring Program Sembako ke Kab Gowa terlayani dgn baik.
SAYA KIRA INI DULU JAWABAN SAYA

Namun jawaban Kepala Dinas Sosial, Syamsuddin Bidol, dibantah sumber via WhatsApnya kepada Topikterkini.id menulis seperti dibawah ini ;

Dalam SK Korda itu, ada tembusan ke kepala dinas sosial provinsi dan kepala dinas sosial kabupaten, jadi ototmatis kalo ada tembusan berarti ada masuk di diacdi kantornya.
Jadi dia berbohong kalo ngk pernah melihat surat

Dikatakan sumber bahwa korda dan istrinya mengaku pernah menghadap di ruangan kepala dinas, tetapi tidak mendapat respon positif melainka di katai dengan kata-kata yang tidak seoran pejabat eselon II pembantu bupati

Bisa dibayangkan kata sumber hari itu kepala dinas sosial keluar dadri mulunya kata tak sedap dengan bahasa kepada korda “Janganko langsung masuk-masuk di ruangan ini…ini bukan ruanganmu ”

Sumber mengatakan seharusnya kepala dinas tidak mengeluarkan statemen seprti itu melainkan harus menyadari bahwa kadis juga bukan ruangannya tetapi milik semua orang karena dibangun dengan uang rakyat, hanya kebetulan Syamsuddin Bidol dipercaya menjadi kepala dinas sosial membantu bupati untuk mengurusi kebutuhan rakyat, bukan untuk menebar kesombongan

Sumber mengakui bahwa korda yang ditetapkan kemensos, pernah mengim chat kekadis sosial untuk mau ketemu berkoordinasi hari itu mengenai SK tapi kadis manaurus

Bukan sebatas itu melainkan sumber mengakui bahwa kadis sosial pernah melakukan rapat di bulan januari 2020 dan dia mengatakan di dalam rapat bahwa tahun 2020 tidak ada korda atau sekalipun ada korda, maka saya (kadis) akan ambil “tindakan”

Kadis sosial juga melarang semua Pendamping TKSK sembako untuk berkoordinasi dengan koorda yang legal dan menyuruh menghapus nomor telfon koorda sehingga dia ambil peksos jadi plt (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *