Kepala Desa Pa’rasangang Beru, Mengaku Menggunakan Dana Desa, Sepenuhnya Kepada Kepentingan Masyarakat

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Kepala Desa Pa’rsangang Beru Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, Burhanuddin Miala, ditemui Topikterkini.id dirumahnya baru-baru ini, dicari seperti apa realisasi penggunaan keuangan di Desa yang dipimpinnya

Purnawiran TNI AD mengatakan perihal penggunaan Dana Dasa sejak dirinya mendapat kepercayaan masyarakat menjadi Pemimpin di Desa itu, mengaku setiap tahunnya sepenuhnya kepada kepentingan masyarakat

Ketika ditanya terkait dengan informasi miring penggunaan Dana Desa, ia Kepala Desa mengatakan bahwa informasi miring seperti itu dianggapnya sebagai pemacu diri untuk lebih memperbaiki pelaksanaan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, berbuat lebih baik untuk kepentingan masyarakat

Beberapa program pembangunan Desa tahun 2019, Burhanuddin kerap kali dituduh melakukan penggunaan Dana Desa bukan semata-mata kepada masyarakat, tetapi lebih kepada kepentingan pribadinya, Burhanuddin Dg.Miala kembali mengatakan bahwa hasil pemeriksaan Tim Audit Inpektorat Kabupaten Takalar, tidak menemukan penyalahgunaan keuangan, seperti dua unit pos roda yang dprogramkan, bukan hanya satu unit yang dibangun, tetapi dua unit sesuai program, pembangunan jalan tani juga sesuai program dan pengadaan ternak sapi, semuanya realisasi tepat sasaran

Khusus pengadaan ternak sapi diakui programnya 7 ekor dengan anggaran
Rp.70 juta, tetapi mencari sapi besar (indukan) tidak didapat harga Rp.10 juta, maka dibeli sapi yang harga Rp.12.500.000,- sehingga hanya 5 ekor bisa dibeli, harganya Rp.62.500.000,-, sisanya Rp.7.500.000,- dijadikan silpa, bukan menjadi pendapatan Kepala Desa

Ketika disampaikan bahwa ada juga kalangan menilai Kepala Desa Pa’rasangan beru kerap kali mengebiri dan menyilet Dana Desa, ia kembali mengatakan bahwa Inspektorat sebagai tim audit telah menetapkan Desanya sebagai Desa bebas temuan, jadi jika ada kalangan menilai terjadi penyalagunaan Dana Desa, itu hanya asumsi yang tidak punya dasar hukum

Dikatakan Kepala Desa Pa’rasangan Beru bahwa semua orang bisa berasumsi dan bisa curiga, tetapi tidak dibenarkan menuduh, karena menuduh katanya adalah bagian dari fitnah, sementara perbuatan fitnah adalah berpotensi melanggar hukum

Persoalannya Republik ini adalah Negara Hukum, kepada siapa saja yang dianggap bersalah, akan dihadapkan dengan proses hukum, nanti proses hukum yang memutuskan seseorang melanggar hukum atau tidak, bukan dihakimi secara pribadi

Untuk penggunaan Dana Desa di Desanya kata Burhanuddin, tak pernah berpikir kepada perbuatan untuk mengebiri, menyilet, mencuri terlebih mau perampok, kecuali untuk kepentingan masyarakat secara umum

Burhanuddin mengatakan bahwa lebih tidak bisa terhindar dari hukum bagi orang yang menuduh orang lain melakukan menyilet, mengebiri dan merampok Dana Desa kalau itu dipersoalkan
Tetapi bagi Burhanuddin menyadari bahwa namanya Pemerintah tak terkecuali Kepala Dasa, tempatnya memang dikritik, sepanjang sifatnya membangun, jangan kritikan yang didorong dengan rasa dendam atau sintimen

Terlebih kalau orang yang mengaku wartawan, walau punya kemerdekaan, bukan seenaknya atau sampai kebablasan karena setau Burhanuddin, wartawan itu bekeja berdasarkan kode itik jurnalistik, memberitakan sesuatu yang sifatnya berita kasus, wajib hukumnya dikonfimasi

Hamzarh Siriwa

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *