4 Tahun Berjalan Pemerintahan H.Syamsari-H.Achmad Dibantu H.Arsyad Sebagai Sekretaris Daerah, Penghargaan Datang Berkali-kali

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Dahulu kala takalar masih gabung dengan jeneponto sebutan jeneponto-takalar (jentak)
Tetapi setelah tokoh-tokoh masyarakat terkemuka takalar bolak-balik ke makassar berjuang menghadap gubernur saat itu agar takalar bisa berpisah dengan jeneponto
Akhirnya perjuangan mereka di kabulkan hingga pada tahun 1960 takalar resmi berdiri diatas kaki sendiri dengan ibu kota pattallassang
Dari perpisahan dengan jeneponto dan dari bupati kebupati hingga kepada pemilihan bupati tahun 2017, masyarakat takalar lebih dominan memilih H.Syamsari Kitta paket H.Achmad Dg.Se’re untuk memimpin daerah yang dianugerahi dua pahlawan nasional masing-masing ; Ranggong Dg.Romo dan H.Padjonga Dg.Ngalle

Dari 22 desember 2017 H.Syamsari-H.Achmad menahkodai takalar, telah berkali-kali berhasil bahkan nyaris puluhan kali meraih penghargaan dan atas kinerja dibantu manager admiinistrasi
(H.Arsyad) pelayanan semakin menjadi lebih baik dipersembahkan kepada masyarakat dan tepatnya pada tahun keempat bulan pebruari 2021 pemerintahan kabupaten takalar dianugeragi penghargaan pelayanan ketegori tertinggi oleh menteri dalam negeri
Tak lama kemudian yakni pada bulan berikutnya takalar dibawah kendalinya kembali dinobatkan sebagai kabupaten Open Defaction Free (ODF) atau tak ada lagi rumah penduduk yang tak punya tempat membuang air besar artinya masyarakat tidak lagi membuang air besar disembarang tempat
Penobatan tersebut diterima diterima ketua TP PKK Hj.Irma Adriani yang juga sebagai ketua pokja kabupaten sehat

Penobatan takalar sebagai kabupaten ODP diperoleh setelah tim dinas kesehatan provinsi sulawesi selatan melakukan verifikasi kemudian dituangkan dengan penandatanganan berita acara bersama ketua TP PKK takalar yang juga ketua pokja kabupaten sehat, Dr. Hj. Irma Andriani, S.Pi, M.Si.

H.Kasri S.KM, M.Kes mengatakan bahwa verifikasi dilakukan bersama tim lintas sektor pemerintah provinsi sulawesi selatan kemudian menyatakan kabupaten takalar sebagai kabupaten ODF tingkat sulawesi selatan

Dengan selesainya satu dari lima pilar STBM ini, tim verifikator berharap kabupaten takalar jangan berhenti hanya pada satu pilar saja tetapi hendaknya dapat menuntaskan empat pilar lainnya menuju kabupaten sehat.

Sementara itu, Dr. Hj. Irma Andriani ketua tim pokja kabupaten sehat yang sekaligus menjadi penggerak kabupaten ODF ini menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan kerja keras dari seluruh pokja yang terlibat sekaligus menjadi sebuah kelegaan untuk lebih memacu semangat memenuhi empat pilar STBM lainnya.

Atas pencapaian ini kata Hj.Irma Adriani adalah sebuah kelegaan terlebih hadirnya tim verifikator ini menjadi sebuah pengakuan bagi kabupaten takalar dan menjadikan kita semakin percaya diri menyampaikan kepada masyarakat bahwa kabupaten takalar betul-betul sudah ODF

Hj.Irma mengatakan bahwa pencapaian kabupaten ODF ini juga menjadi langkah awal untuk bersiap mengikuti STBM (sanitasi total berbasis masyarakat) awards.

Setelah ODF ini kata Hj.Irma lagi akan kembali menancap gas untuk melengkapi pilar STBM lainnya dari beberapa pilar sudah berjalan dengan baik.

Tahun ini kata Hj.Irma yang sejak awal masa jabatannya gencar mensosialisasikan kabupaten ODP, akan fokus untuk pilar pengelolaan sampah berbasis rumah tangga
Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *