Gowa  

Pelayanan Pihak BPN Gowa Kerap Kali Terkesan Menjengkelkan

Oplus_0

GOWA TOPIKTERKINI.ID, Ketika beredar informasi nyebut birokrasi pelayanan pihak BPN Gowa kerap kali menjengkelkan, oleh beberapa kalangan kurang percaya karena instansi pemberi kepastian hukum kepemilikan hak atas tanah saat ini dikendalikan Ahmad yang selama ini orangnya dikenal tidak neko-neko.

Tetapi informasi birokrasi menjengkelkan itu mendekati kebenaran, betapa tidak dialami sendiri Maggarisi Saiyye Wakil Pemimpin Redaksi surat kabar Daulat Rakyat ketika bermaksud melakukan konfirmasi kamis 04/7 kemarin perihal Program Pendaftaran Tanah Sistimates Lengkap (PTSL) yang disebut ditunggu lama baru terbit Sertifikatnya.

Untuk bertemu dengan salah satu pejabat di Instansi yang dikendalikan mantan kepala BPN takalar, birokrasinya minta ampun, bukan sekedar melapor kepada Security melainkan diminta menulis kepentingan tujuannya ingin bertemu dengan pejabat.

Setelah kepentingan yang ditulis itu sudah di tunjukkan kepada pejabat yang diperlukan, kirain sudah di izinkan bertemu dengan pejabat yang bersangkutan itu.

Tetapi ternyata belum juga entah penyebabnya seperti apa, hari itu Security beralasan pejabat yang diperlukan itu sedang makan.

Alasan itu oleh Maggarisi Saiyye menilai termasuk menjengkelkan karena waktu makan terlalu lama tidak seperti biasanya orang makan hanya kisaran 10 menit atau paling lama 20 menit tetapi hari itu mencapai waktu nyaris satu jam.
Padahal Maggarisi Saiyye sudah menunjukkan WhatsApp kepala BPN, Ahmad untuk ditemui Nasir pejabat di BPN itu karena hari itu kepala BPN, Ahmad sedang ada rapat di kanwil BPN seperti yang ditunjukkan via WhatsApp nya

Bisa dibayangkan betapa waktu lama baru pejabat di BPN itu baru bisa ditemui, ada sinyal saja dari kepala BPN masih sulit apalagi kalau mau datang sendiri.

Wakil Pemimpin Redaksi surat kabar Daulat Rakyat, Maggarisi Saiyye yang juga penanggung jawab media Online Topikterkini.id hari itu ke BPN Gowa adalah perihal informasi lambannya penyelesaian sertifikat PTSL untuk beberapa desa di Gowa dan setelah bertemu dengan kepala seksi 2 di BPN itu, Nasir yang juga ketua panitia program PTSL di ruang kerjanya mengatakan
keterlambatan tersebut bukan karena faktor kesengajaan melainkan penyebab yang menurut Nasir adalah perihal alas hak masyarakat kebanyakan sedang jadi jaminan di bank sehingga harus di cari dulu baru diterbitkan sertifikatnya.

Seperti misalnya Akta Hibah atau Akta Jual Beli sedang dijaminkan di Bank harus dicari dulu.
Seperti itulah mempengaruhi penerbitan Sertifikat tidak sesuai harapan masyarakat.

Karena harus di cari dengan berbagai cara, oleh pemiliknya sendiri ke Bank bersangkutan atau pihak BPN menyurat ke Bank agar di berikan dulu pemiliknya kemudian dikembalikan setelah selesai di copy.

Walau demikian kata Nasir, secara keseluruhan Sertifikat tahun 2023 kini sudah terbit, tinggal menunggu waktu untuk penyerahan.

Itupun kalau saat penyerahan di kantor desa atau kelurahan bertepatan pemiliknya tidak bisa hadir, sertifikatnya harus di ambil kembali ke kantor BPN.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menjamin masyarakat menerima Sertifikatnya tanpa menambah beban sedikitpun.

Bukan tidak percaya petugas dilapangan tetapi pengalaman selama ini ketika Sertifikat di bagi sering beredar informasi kalau masyarakat menambah beban.

Sehingga kalau masyarakat tidak sempat datang saat petugas pertanahan membagi sertifikat di kantor desa atau kelurahan, sebaiknya masyarakat datang di kantor BPN Gowa, bebas biaya, kata Nasir.

Nasir katanya berusaha memberi kepuasan masyarakat untuk memiliki sertifikat, oleh karena itu kalau masyarakat tidak sempat datang bertepatan petugas BPN membagi sertifikat di kantor desa atau kelurahan, silahkan datang di BPN untuk mengambil sertifikatnya karena dipastikan di ambil kembali ke BPN jika pemiliknya tidak berhubungan langsung dengan petugas BPN, alasan Nasir murni dan suci untuk masyarakat bebas dari beban.

(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *