4 Alasan Lurah Rajaya Berhentikan Kepala Lingkungan Rajaya Baru, Kunjung Dg.Luru Keberatan Hingga Lapor Polisi

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID, Sesuai suratnya tertanggal 28 Juni 2024 yang dikirim ke Polres Takalar, ditembuskan kepada Kapolda Sulawesi Selatan, Kunjung Daeng Luru menguraikan alasannya hingga ia keberatan seperti di bawah ini ;

Menurutnya empat point alasan lurah rajaya, Muhammad Nasir memberhentikan Kunjung Daeng Luru dari jabatannya sebagai kepala lingkungan rajaya baru, semuanya berbentuk fitnah dan tuduhan yang sangat serius sehingga berbuntut panjang.

Seperti beberapa kali diberitakan sebelumnya empat point alasan lurah rajaya masing- masing ;

1.Banyaknya laporan warga lingkungan rajaya baru ke kantor kelurahan penyalahgunaan wewenang kepada masyarakat.

Daeng Luru menjawab sama sekali tidak relevan dengan kondisi dan situasi di lingkungannya atau sama saja dengan sengaja merusak nama baik dirinya, karena hanya sebatas nyebut banyaknya laporan warga, tidak menjelaskan seperti apa bentuk laporan itu serta tidak disertakan secara tertulis.

2.Adanya pungutan dana terhadap warga dengan mengatas namakan kelurahan untuk penerbitan SPPT dan sertifikat yang tidak ditindak lanjuti penggunaannya.

Hal itu diakui Daeng Luru pernah terjadi beberapa tahun silam tetapi bukan seorang diri melainkan kerja tim untuk empat lingkungan dipimpin lurah rajaya saat itu, Asrul tetapi setau dirinya setelah persyaratan selesai dikantor lurah semuanya disetor ke Bapenda dan beberapa hari lalu di kantor lurah rajaya sudah diakui mantan lurah rajaya, Asrul.
Sangat mengherankan karena beberapa pekan sebelum menuangkan alasan dalam surat pemberhentian, lurah rajaya sempat menanda tangani usulan penerbitan SPPT.

3.Lurah rajaya nyebut Daeng Luru terindikasi melawan
pemerintah dengan berencana menggagalkan pelaksanaan PTSL tahun ini dengan menyampaikan di depan umum (masjid) untuk tidak melakukan pembayaran sebelum sertifikat terbit, terbukti sampai bulan April belum ada berkas PTSL yang masuk di pertanahan untuk di proses kecuali tertampung dirumah kepala lingkungan.

Daeng Luru menanggapi bahwa alasan lurah rajaya adalah tuduhan yang sangat serius karena berniatpun tidak pernah terlintas dipikirannya, apalagi melakukannya. Di zaman DI TII saja, Daeng Luru tidak pernah terlibat kejahatan, terlebih saat ini.
Soal pembayaran, Daeng Luru tidak melarang warga kecuali semata-mata upaya antisipasi kemungkinan uang rakyat tidak tepat sasaran, kemudian mungkin hanya orang yang tidak rasional pikirannya yang menilai negatif keinginan Daeng Luru untuk tidak dibayar sebelum Sertifikat terbit, Daeng Luru tidak melarang warga membayar, kalau sertifikatnya sudah terbit silahkan bayar, seperti itu jawaban Daeng Luru.

Jawaban lain Daeng Luru, peran kepala lingkungan dalam PTSL hanya menyiapkan data tanah, setelah lengkap, peserta sendiri yang ngantar kekantor lurah untuk selanjutnya di kirim ke kantor pertanahan sehingga sangat tidak rasional jika dirinya dituding menumpuk berkas PTSL dirumahnya.

Oleh karena itu Daeng Luru kembali mempertegas bahwa saat waktunya saja lurah menuding Daeng Luru menumpuk berkas PTSL dirumahnya itu jelas-jelas dan nyata-nyata bertentangan dengan kenyataan ibarat langit dengan bumi terlebih saat ini, tidak satupun berkas PTSL tertinggal dirumahnya terlebih bertumpuk.

4.Alasan ke empat memberhentikan Daeng Luru dari jabatan kepala lingkungan karena desakan warga, itu lagi-lagi sama seperti tuduhan atau fitnah sebab hanya sebatas tertulis seperti itu, tidak menyertakan surat berisi tulisan desakan sehingga semua alasan lurah rajaya oleh Daeng Luru menganggap sebagai perbuatan yang sama sekali tidak punya dasar hukum.

Selain Daeng Luru, juga beberapa warga lainnya mengaku tidak pernah ada warga mendesak lurah untuk memberhentikan kepala lingkungan diganti kecuali warga yang ambisi jadi kepala lingkungan.

Maggarisi Saiyye

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *