Pencegahan Stunting Dilakukan Melalui Pendataan, Penimbangan dan Pengukuran

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID, Kepala dinas kesehatan kabupaten takalar Hj.Nilal Fauziah saat rapat koordinasi lintas sektor untuk mengevaluasi pelaksanaan Intervensi spesifik dan sensitif secara serentak mengatakan

bahwa pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting dilakukan melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, balita 5 tahun, catin dan berkelanjutan.

Sejumlah puskesmas sudah melakukan pengukuran balita bulan juni 2024, hasilnya rata-rata ± 80%.

Adapun data status gizi dari jumlah balita yang diukur sebanyak 21.323 anak, dengan jumlah kunjungan dan diukur, ditimbang diposyandu sebesar 84,53% dan dari hasil data status gizi tersebut dapat dilihat gambaran saat ini stunting untuk kabupaten takalar 1316 atau 6,17%” Jelas dr. Nilal.

Terkait dengan permasalahan gizi, gizi buruk saat ini katanya jumlahnya 139 orang, gizi buruk tidak stunting 108 orang, stunting dengan gizi buruk 31 orang, stunting dengan gizi kurang 220 orang, stunting dengan berat badan kurang 857 orang, stunting dengan berat badan dan tinggi badan normal sebanyak 991 orang.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah berlangsung di ruang pola kantor bupati takalar dihadiri pimpinan OPD, direktur RSUD H.Padjonga Dg.Ngalle, direktur RS galesong, pj ketua TP. PKK, satgas stunting, para camat se-kabupaten takalar, para kepala puskesmas serta para koordinator penyuluh se-kabupaten takalar, Senin 24 Juni 2024

Muliati – Maggarisi Saiyye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *