Berbagai Komunitas Yang Menolak Rencana Kawasan Industri di Laikang : PT. Tiran Yang di Dukung Pemda Seperti Tidak Bergeming

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID–Adanya Kecaman dari gerakan kelompok masyarakat dan aktivis, seperti yang terlihat siang tadi, selasa 25 Juni 2024, dimana terjadi Demontrasi di depan Kantor Bupati Takalar yang menuntut pembatalan rencana kawasan industri di Laikang Kecamatan Laikang Kabupaten Takalar, merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang perlu dikaji demi solusi untuk kebaikan tanpa merugikan pihak tertentu, namun pihak pelaksana PT. Tiram terkesan acuh, mungkin karena merasa bahwa apa yang digiatkan di Desa Laikang adalah Program Strategis Nasional yang peruntukannya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Takalar, ” Sangat betul Kehadiran industri akan membawa banyak perubahan kearah perbaikan, salah satunya akan mengurangi tingkat pengangguran pada suatu daerah atau wilayah, akan tetapi regulasi awal perlu di kaji ulang, seperti amdal yang sangat besar pengaruhnya demi kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup,” Ungkap Sudarmin ,salah satu pegiat sosial di kabupaten Takalar.

Suara masyarakat harus di apresiasi karena jangan nantinya masyarakat yang menjadi korban akibat buruknya penerapan Amdal pada sebuah industri yang seharusnya secara terbuka memberikan informasi tentang azas manfaat dan antisipasi dampak lingkungan yang akan terjadi, sehingga karena sikap pihak pelaksana PT. Tiram yang terkesan apatis dan tertutup membuat kelompok masyarakat dan aktivis turun ke jalan, menuntut pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowidodo untuk membatalkan rencana pembangunan kawasan industri di Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, ” aturan soal lingkungan hidup itu sangat jelas dalam PP No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” Tegasnya.

Hal senada di sampaikan Dirgahayu Naba, sebagai pemerhati lingkungan, menyampaikan kembali kami tegaskan karena ini menyangkut kesehatan lingkungan, ” Kami menyoroti Analisis Dampak Lingkungan) yang diduga salah kaprah dan tidak menjamin keutuhan lingkungan, pasalnya ada banyak lingkungan yang akan tercemar, mulai dari laut tanah dan udara yang akan tercemar jika hal ini akan terwujud, ” terangnya.

Lanjut menjelaskan, misalnya saja tanah yang ada di Laikang tanah tersebut masih murni memiliki kandungan tanah yang masih baik, baik tumbuhan maupun tanaman lainnya, tinggal akses pemenuhan air bersih dan untuk pertanian seperti irigasi, sumur dalam dan embun Desa yang seharusnya banyak dibangun oleh Pemerintah demi kemajuan pertanian masyarakat, ” tuturnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan yakni , keberadaan ekosistem laut berupa ikan juga akan keracunan akibat pembuangan limbah jika dibuang di laut, sedangkan udara setiap warga tidak lagi bisa menghirup udara segar jika limbah udara yang dihasilkan pembakaran itu terjadi, ” sementara itu PT Tiran telah melakukan upaya pembebasan lahan untuk dijadikan lahan kawasan industri dan berencana akan menata lokasi yang akan dibangun nantinya, ” Tutup

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *