Untuk Takalar Lebih Baik, Maggarisi Saiyye, Ajak Masyarakat Memahami Rekam Jejak Masing-masing Bakal Calon Kepala Daerah

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID,
Tidak lama lagi pemilihan kepala daerah serentak berlangsung.
Ditakalar misalnya sejumlah bakal calon sudah mempersiapkan segala potensi yang dimiliki untuk memenangkan pertarungan nanti.

Sebutlah misalnya H.Achmad Daeng Tonang yang terlihat pertama kali muncul mau jadi calon kepala daerah, menyusul H.Mohammad Firdaus Daeng Manye berikut H.Hengky Yasin.

Kemudian yang lainnya seperti ; H.M.Amin Yaqub, Isnan Dahri Rani, H.M.Natsir Ibrahim (H.Nojeng) dan dua mantan bupati takalar periode 2012-2017 H.Burhanuddin Baharuddin dan periode 2017-2022, H.Syamsari Kitta berikut yang lainnya.
Nyusul disebut-sebut ketua partai gerindra kabupaten takalar, Indar Jaya.
Indar Jaya ini secara umum masyarakat mengenalnya sebagai anggota DPRD takalar 3 periode berturut-turut tidak pernah tumbang serta periode selanjutnya 2024-2029 masih tetap dipercaya masyarakat 3 kecamatan, polombangkeng selatan, mangarabombang dan laikang untuk mewakili di gedung parlemen takalar.

Oleh masyarakat takalar menilai masing-masing bakal calon punya kemampuan untuk memimpin takalar dan kalau harus dengan finansial, juga semuanya punya, begitu juga kecerdasan berakal dan berpikiran jernih sesuai dengan ilmu pengetahuannya masing-masing (Intelektual).

Namun sebagai upaya membangun takalar lebih baik kedepan dibanding tahun-tahun sebelumnya, mantan Ketua PWI Takalar, Maggarisi Saiyye berharap masyarakat agar memahami dan memperhatikan rekam jejak setiap calon kepala daerah sebelum menjatuhkan pilihan memberikan suara nanti.

Kepada siapa saja yang mencalonkan diri apalagi sudah resmi jadi calon untuk bertarung memperebutkan kursi O1 takalar periode 2024-2029, supaya dipahami dengan seksama rekam jejak mereka.

Jangan karena melihat atau mengenal bakal calon di dukung dengan finansial besar, sudah dijamin akan bisa membangun daerah dan bisa mengutamakan kepentingan rakyat secara umum.

Karena tujuan kita memilih pemimpin adalah untuk takalar lebih baik kedepan dibanding sebelumnya.

Kekuatan finansial seseorang bukan jaminan akan memuaskan masyarakat secara umum kecuali bersama ; rekam jejak yang baik meliputi jiwa sosial, bijaksana, adil, jujur dan ikhlas mengemban tugas pemerintahan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan.

Oleh karena itu sebaiknya lebih dahulu memperhatikan rekam jejak karena rekam jejak tersebut sangat berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepala daerah nanti.

Memahami rekam jejak calon, adalah modal masyarakat sebagai wajib pilih untuk memutuskan siapa kandidat terbaik yang seharusnya memimpin takalar.

Sementara untuk mengenal rekam jejak serta prestasi selama ini para bakal calon, menurut hemat kami adalah dari sekitar tempat tinggal para calon kepala daerah saja.

Lain dengan yang sudah pernah jadi kepala daerah seperti H.Burhanuddin Baharuddin dan H.Syamsari Kitta tentu masyarakat tidak sulit lagi menentukan pilihannya.

Dikatakan bahwa calon pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik, besar kemungkinan akan berpihak kepada rakyat bekerja untuk kesejahteraan sosial.

Sebaliknya, seseorang yang memiliki rekam jejak buruk, juga kemungkinan besar hanya akan memikirkan dirinya sendiri serta pihak lain yang mendukungnya.

Maggarisi Saiyye mengatakan kalau calon kepala daerah memiliki rekam jejak yang buruk, ketika menjadi kepala daerah nanti sangat besar kemungkinannya akan menghalalkan segala macam cara.

Dikatakan bahwa calon pemimpin yang baik, lebih mengutamakan harga diri dari pada keuntungan pribadi dan dipastikan akan menjauhi perbuatan yang melanggar ketentuan peraturan per undang-undangan yang berlaku.

Kepala daerah yang seperti itu akan memahami kewajibannya membangun daerah yang dipimpin lebih baik dari sebelumnya sebagaimana amanat undang-undang.

Rekam jejak yang baik bagi calon kepala daerah akan menyadari kewajibannya ; melindungi masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan, memperjuangkan kualitas kehidupan masyarakat, mewujudkan keadilan dan pemerataan, meningkatkan pelayanan dasar pendidikan, menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan,
menyediakan fasilitas social dan fasilitas umum yang layak,
serta bisa mengabdi memberikan pelayanan setulus hati tanpa pamrih bukan sebaliknya mengutamakan dirinya dan kelompoknya.

Kepada calon kepala daerah yang dikenal punya rekam jejaknya baik, kenapa mesti harus dengan money politik untuk dipilih.

Sebaliknya kalau rakam jejaknya jelek mengapa harus dipilih walau money politiknya tinggi, bukanka tujuan kita untuk membangun daerah, memperbaiki tingkat kehidupan masyarakat?.

Ingat bahwa siapa saja yang menghabiskan biaya apalagi jumlah besar hingga berhasil meraih tujuannya, sekali lagi ingat, pasti akan mengumpulkan pendapatan untuk mengembalikan modalnya, baik lewat pengadaan proyek maupun yang lainnya.

Walau tidak lagi berniat untuk kembali jadi calon kepala daerah kedua kalinya serta tidak mengeluarkan biaya besar kalau rekam jejaknya buruk, bisa-bisa saja berusaha untung sebesar- besarnya tidak peduli sekalipun diatas penderitaan rakyat.

Sebaliknya dengan rekam jejak kepala daerah baik maka dalam memberikan pelayanan nanti, akan bekerja setulus hati.

Oleh karena itu Maggarisi Saiyye menyarankan wajib pilih mencermati rekam jejak dari seorang calon kepala daerah.

Karena rekam jejak tersebut menjadi kekuatan dari seorang kepala daerah untuk bekerja maksimal mengabdi kepada daerah dan masyarakat.

Perlu diketahui bahwa seorang calon kepala daerah memiliki rekam jejak yang baik kata Maggarisi Saiyye pasti akan berkampanye dengan mengajarkan pendidikan politik yang berpihak kepada rakyat.

Sebaliknya akan sulit terwujud apabila calon tersebut memiliki rekam jejak yang buruk dan juga cenderung menggunakan politik uang untuk memenangkan pilkada.

Maggarisi mengatakan, seorang calon kepala daerah yang menghalalkan segala macam cara akan berpikir bahwa suara rakyat mudah dibeli, ia tidak akan berpikir untuk kesejahteraan rakyat.

Sebaliknya, seseorang yang menghargai nilai sebuah proses untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, akan mengutamakan kepentingan publik.

Jika calon nanti menjadi kepala daerah dan tidak berpihak kepada kepentingan umum, yang lalai adalah wajib pilih itu sendiri karena ini pemilihan langsung, rakyatlah yang berperan besar dalam menentukan pemimpin yang ideal terlebih kedaulatan ada di tangan rakyat.

Hamzarh Siriwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *