Tim Gabungan Dinas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan, Disperindag dan Kesbangpol, Gerak Cepat Mengatasi Keluhan Petani

TAKALARTOPIKTERKINI.ID, Setiap penyaluran pupuk subsidi di setiap pengecer di takalar, setiap kali juga terdengar keluhan petani.

Persoalannya dari informasi yang diperoleh, tidak satupun pengecer menjual pupuk subsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Melihat keluhan petani via media sosial, pemerintah daerah melalui Tim gabungan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan , Disperindag dan Kesbangpol Kabupaten Takalar tidak mau melihat keluhan petani berlangsung lama apalagi berlarut-larut.

Seperti keluhan petani baru-baru ini di wilayah pengecer pupuk kelurahan bontokadatto dan kelurahan rajaya kecamatan polombangkeng selatan hanya berlangsung sehari 16/4-2024, keesokan harinya 17/4-2024 sudah teratasi.

Upaya yang dilakukan tim gabungan itu adalah
menghadirkan distributor sebagai atasan pengecer pupuk kemudian dilakukan pertemuan mendadak di kantor distributor pupuk wilayah dua kelurahan tersebut pada hari Rabu 17/4-2024 di bilangan jalan poros canrego kecamatan polombangkeng selatan.

Tim gabungan usai memeriksa di kios pupuk Nur Sejahtera

Dalam rapat terungkap penyebab keluhan petani seperti ; kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten takalar tahun 2024 berkurang hingga 50%, begitu juga petani kebanyakan tidak terakomodir namanya dari daftar penerima (eRDKK) serta Mengantisipasi harga penjualan pupuk subsidi tidak lewat dari harga eceran ( HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dari pertemuan tersebut kabid pengembangan perdagangan dan bapokting bersama pengawas perdagangan dan staf yg mewakili kadis Perindag Kabupaten Takalar mengingat kan kepada
Distributor untuk mencegah para pengecer menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) karena itu merupakan bentuk pelanggaran dan dapat merugikan para petani.

Kemudian himbauan tim gabungan untuk membuat petani nyaman, disanggupi distributor, Ahmad Daeng Leo.

Ahmad Daeng Leo sebagai distributor pupuk di wilayah itu mengaku dari dulu sampai saat ini tetap menghimbau kepada para pengecer agar tidak melakukan penjualan pupuk diatas dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kemudian untuk berkurangnya kuota pupuk dan banyaknya petani tidak terakomodir namanya dalam daftar penerima (eRDKK), saat itu juga dijawab Sugiarto mewakili kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, dia menjelaskan bahwa saat ini Kementrian Pertanian RI sudah menambah kuota pupuk subsidi secara nasional yang semula sejumlah 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton, saat ini kami Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar tinggal menunggu SK. Tambahan kuota dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan.

Terkait Petani yang tidak terakomodir namanya dalam penerima (eRDKK) itu dikarenakan beberapa faktor antara lain; Akumulasi luas lahan petani yang bersangkutan melebihi dari 2 Ha, yang kedua data petani yang bersangkutan tertolak oleh server eRDKK Kementrian Pertanian RI dikarenakan data kependudukannya tidak singkron dengan database Dukcapil.

Maka dari itu Sugiarto menghimbau kepada anggota kelompok tani yang namanya tidak muncul dalam daftar penerima (eRDKK) agar melakukan updating data kependudukannya ke kantor Dukcapil. Setelah data kependudukanya terupdate silahkan foto copi KTP dan KK terbarunya untuk selanjutnya diserahkan ke PPL di desa /kelurahan untuk di setor ke Petugas Entry eRDKK di masing-masing kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk diinventarisir dan dilakukan Updating data petani pada saat Server eRDKK terbuka, karena saat ini updating data petani pada Server eRDKK belum di buka oleh Kementrian Pertanian RI.

Tim gabungan tersebut bersama aparat Kesbangpol berupaya menghentikan keluhan petani menjadi maksimal alias tidak berlangsung lama.

Setelah itu tim gabungan bersama distributor wilayah polombangkeng selatan dan galesong, Ahmad Daeng Leo mengunjungi titik obyek keluhan petani.
Dalam kunjungan ke pengecer pupuk hadir di lokasi Lurah Rajaya bersama Penyuluh Pertanian dan Bhabinkamtibmas

Pengecer mengungkapkan kepada tim gabungan disaksikan oleh pemerintah setempat mengakui penyebab keluhan petani seperti penjualan pupuk diatas dari harga eceran dan jawaban pengecer penyebab terjadinya hal seperti itu adalah karena tidak semua petani punya kendaraan penjemput jatah pupuk ditempat penjualan pupuk sehingga bagi yang tidak punya kendaraan, jatah pupuknya harus diantarkan, dan biaya untuk mengangkatkan pupuk ke kendaraannya jg itulah yang membutuhkan biaya , begitulah sampai penjualan sedikit lebih diatas harga eceran dan karena terbilang sedikit sehingga petani tidak merasa keberatan ungkap dandi salah satu pengecer pupuk bersubsidi .

Hamzarh Siriwa
Maggarisi Saiyye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *