Pupuk Selundupan Beredar di Kalebalang Bontokadatto Takalar

TAKALARTOPIKTERKINI.ID, Walau pemerintah berupaya lebih meningkatkan produksi petani semakin besar dengan menurunkan pupuk ke pengecer setiap musim tanam sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Namun bukan berarti semua petani bisa dengan mudah mendapat pupuk melainkan terjadi sebaliknya kerap kali kesulitan melakukan pemupukan.

Sebagai dampak dari kesulitan mendapat pupuk sehingga walau harus beli Rp.190.000,- atau sampai Rp.200.000,- dari pada tidak melakukan pemupukan.
Karena kalau tidak, produksi pertaniannya dipastikan anjlok atau boleh saja tidak ada sama sekali, kata petani.

Oleh karena itu sebagai upaya mengatasi kesulitan mendapat pupuk sehingga walau dari tempat memperoleh pupuk termasuk pelanggaran pidana tetapi demi mendapat hasil pertanian, seorang warga bernama Sudi Daeng Siajaya mungkin punya kerabat diluar daerah (Jeneponto) bisa membantu memenuhi kebutuhan pupuk terpaksa dilakukan.

Hingga mulai pada 29/03-2023 waktu malam sekitar pukul 01.00 wita, Jamaluddin Daeng Talli warga lingkungan kale balang kelurahan bontokadatto kecamatan polombangkeng selatan diantarkan 100 zak pupuk dari luar daerah oleh Daeng Mile dengan harga Rp.200.000,-.

Kemudian pada 04/04-2024 juga waktu malam kata sumber, Daeng Ngewa dengan alamat sama dengan Jamaluddin Daeng Talli, juga diantarkan 50 zak dengan harga sama Rp.200.000,-

Dengan demikian pupuk selundupan ber edari di kale balang kelurahan bontokadatto takalar.

 Sudi Daeng Sijaya yang dikonfirmasi Topikterkini.id di rumahnya Ahad 07/04-2024 membuka diri mengakui semuanya namun tidak menjelaskan dari siapa pupuk itu.

Demikian juga Jamaluddin Daeng Talli walau mengakui pupuk dari luar daerah dengan membeli seharga dimaksud tetapi juga menyembunyikan pemasok pupuk tersebut.

Maggarisi Saiyye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *