Bumdes Bersama Harus Menjadi Motor Penggerak Perekonomian di Desa

TAKALARTOPIKTERKINI.ID, Langkah-langkah yang harus di galakkan untuk pemberdayaan masyarakat desa agar lebih sejahtera, adalah dengan membangun badan usaha milik desa (BUMDES).

Sebab bumdes adalah merupakan badan usaha milik masyarakat desa yang dikelola secara mandiri.

Demikian kata pj bupati takalar, Setiawan Aswad didampingi sekda, H.Muhammad Hasbi saat mimpin rapat koordinasi pemberdayaan masyarakat dan desa Sabtu 23 Maret 2024 di ruang pola kantor bupati takalar.
Dikatakan bahwa selain itu adalah membangun kawasan pedesaan melalui bumdesma bersama yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat desa akan potensi ekonomi yang ada di desa dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat untuk manfaat dan cara pengelolaan bumdesma, membangun bumdesma dengan struktur organisasi yang jelas dan teratur untuk memastikan pengelolaan bumdesma dapat dilakukan dengan baik dan terhindar dari tindakan penyalahgunaan wewenang.
Selain itu katanya pembentukan bumdesma, juga di usahakan agar stabilitas harga pangan di takalar tetap terkendali dengan cara semua hasil panen petani dan peternak baik berupa beras, cabe, telur dan ayam dipasarkan terlebih dahulu di takalar.
Jika kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi, barulah dipasarkan di luar daerah.
Setiawan berharap segala upaya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik.
Dan semoga dalam program bumdesma akan mampu menjadi motor penggerak perekonomian didesa serta memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Rapat dihadiri pimpinan OPD, para camat, para tenaga ahli pendamping desa, para kepala desa se-kabupaten takalar serta para ketua BPD se-kabupaten takalar.
Sedangkan pemateri dalam rakor tersebut adalah Amir Rahman, M.Si sebagai penggerak swadaya masyarakat Ahli Madya DPMP mewakili kepala dinas PMD provinsi Sulawesi selatan.

Muliati — Maggarisi Saiyye

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *